Site icon Berita Kota Makassar

Tahun Depan, JICA Bangun Aquapond

MAKASSAR, BKM — Tahun depan, Japan International Cooperation Agency (JICA) berencana mulai akan membangun Aquapond di depan Kantor Gubernur Sulsel. Proyek ini rencananya akan menggunakan dana hibah dari negara tersebut.

Aquapond merupakan bak penampungan air sementara untuk mengatasi genangan cukup parah yang kerap terjadi di depan Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumiharjo jika hujan turun.
Secara teknis, air yang mengalir ke bak penampungan air sementara itu akan dialirkan ke Sungai Pampang.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan pembangunan efektif akan dilakukan sekitar enam bulan ke depan. Saat ini, seluruh dokumen perencanaan sementara dipersiapkan. Termasuk berbagai ijin yang diperlukan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
“Pembangunan efektif dilakukan tahun depan. Mungkin dalam jangka enam bulan baru dilaksanakan,” ungkap lelaki yang akrab disapa Wawan ini.
Dia melanjutkan, anggaran untuk proyek ini sepenuhnya akan ditanggung JICA. Sementara Pemprov Sulsel akan membantu memfasilitasi pengurusan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, termasuk persoalan lahannya.
Apa yang dilakukan JICA ini, merupakan proyek uji coba pengenalan teknologi Jepang. Jika dibangun dan efektif untuk meminimalisir genangan yang terjadi akibat hujan, tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di berbagai wilayah yang rawan banjir.
Rencananya, Aquapond yang akan dibangun berukuran 80x8x4 meter dan bisa menampung air 2,5 juta liter.
Sebelum pengerjaan fisik dilakukan, JICA bersama Pemprov terlebih dahulu menandatangani MoU. Kerjasama ini juga akan menghadirkan perwakilan pemerintah pusat dan diagendakan.
Nilai bantuan hibah yang akan diberikan JICA, menurut Darmawan sekitar Rp18 miliar. Bantuan ini juga akan menjadi percontohan dari JICA menangani banjir yang terjadi.
Nantinya kolam yang dikerjakan selama enam bulan ini akan menggunakan sistem buka tutup. Jika terjadi genangan di Jalan Urip Sumoharjo, aliran air akan dipindahkan ke dalam kolam melalui pipa yang telah disiapkan.
“Kalau hujannya sudah reda, air yang ada di dalam kolam akan kita keluarkan kembali menuju kanal Pampang. Semuanya menggunakan sistem gravitasi,” jelasnya.
Sementara itu, Imran salah seorang warga Kota Makassar berharap agar proyek tersebut berharap. Pasalnya, warga yang bermukim di Perumahan BTP ini kesulitan mengakses jalan di depan Kantor Gubernur jika hujan deras. ” Kami harap proyek itu bukan hanya mimpi, tetapi betul-betul ada. Sebab sangat membantu dalam meminimalisir genangan di depan kantor gubernur tersebut,” singkatnya. (rhm)

Exit mobile version