Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Bendungan Dikebut di Sulsel

MAKASSAR, BKM — Pembangunan tiga bendungan besar di Sulsel terus dikebut. Proses pembebasan lahan ditarget rampung di akhir tahun ini.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman mengatakan ada tiga proyek bendungan yang jadi prioritas. Tahun ini, pihaknya optimis bisa menggenjot pengerjaan fisiknya agar segera rampung.
“Ada dua proyek yang cukup bagus dan sudah mendekati 100 persen. Bendungan Passeloreng di Wajo dan Bendungan Baliase di Luwu Utara sudah di atas 70 persen. Tahun ini ditargetkan fisiknya bisa terealisasi 100 persen,” ungkapnya, kemarin.
Selain itu, Bendungan Karalloe di Kabupaten Jeneponto juga cukup baik progresnya. Pihaknya optimis Satker juga bisa segera mengejar realisasi fisik hingga 100 persen pada tahun ini.
“Bendungan ini sangat penting untuk menunjang Sulsel sebagai lumbung pangan nasional. Untuk irigasi pertanian dan sebagainya,” bebernya.
Selain itu, juga ada proyek Bendungan Pamukkulu yang juga sudah mulai memasuki tahapan pengerjaan fisik. Kata Jufri, pembangunan sejumlah bendungan ini masuk ke dala 13 proyek infrastruktur prioritas yang akan dipacu tahun depan.
“Ada 2 proyek jalan metropolitan. Stadion Barombong, empat proyek bendungan, revitalisasi danau Tempe, kereta api dan Bandara Buntu Kunik,” terangnya.
Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Iskandar, mengatakan khusus Bendungan Pamukkulu, lokasinya berada di Desa Kalikokmara, Kecamatan Polombangkeng Utara. Bendungan Pammukulu memiliki daya tampung 82,7 juta meter kubik.
“Pammukkulu ini akan menjadi waduk terbesar ketiga di Sulsel setelah Bili-bili dan Passeloreng,” ungkap Iskandar.
Secara manfaat, kata Iskandar, bendungan ini akan mengairi irigasi seluas 6.430 hektare. Selain itu, juga bisa memberikan daya PLTA 25 MW, mengendalikan banjir 430 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku.
Sebagai penyedia jasa, pekerjaan Bendungan Pammukkulu dibagi dua kegiatan. Paket pertama akan dikerjakan PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 852 miliar lebih, dan paket dua dikerjakan PT Nindya Karya dengan kontrak Rp 842 miliar lebih.
“Sementara, supervisi nilai kontraknya Rp 53 miliar,” ujarnya.
Iskandar menambahkan, pengerjaan Bendungan Pammukkulu dilakukan setelah mendapat persetujuan multiyears dari Kementrian Keuangan pada Oktober lalu. Totalnya mencapai Rp 1,7 triliun.
“Tanah yang harus dibebaskan untuk pengerjaan bendungan ini sekitar 640 hektare,” tambahnya. (rhm)

Exit mobile version