MAKASSAR, BKM– Di penghujung tahun 2017, kisah dari Iwan Tompo yang dituliskan di dalam buku berjudul Iwan Tompo Maestro Lagu Makassar diluncurkan di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Sabtu (23/12) malam.
Buku setebal 208 halaman itu menggambarkan tentang masa kecil Iwan Tompo yang pernah berjualan Jalangkote, mengisahkan dibalik proses penciptaan lagu-lagunya, dan keprihatinan sang maestro terhadap perkembangan lagu Makassar dituang dalam buku yang ditulis Wandi Daeng Kulle bersama editor Rusdin Tompo.
Menurut Wandi, buku Iwan Tompo yang ditulisnya untuk memberikan pesan moral dan isnpiratif bagi pembaca. Di mana Iwan Tompo yang bersusah payah dengan usahanya bagaimana mengangkat lagu-lagu Makassar menjadi tuan rumah di kampung halaman sendiri.
Tidak hanya itu saja, buku yang dibuat selama 3 tahun menggambarkan karakter Iwan Tompo yang keras, tegas dan memegang teguh prinsip orang Makassar didalam mendidik keluarga khususnya anak-anaknya. Termasuk Iwan Tompo yang mengharapkan anak-anaknya bisa ikut jejaknya sebagai penyanyi.
“Namun beliau juga kuat menerima ketika anaknya memilih bidang pekerjaan lain atau tidak tertarik sebagai penyanyi. Beliau tidak memaksakan anak-anaknya. Prinsip beliau itu, tidak mungkin menunggu orang lain mempopulerkan lagu kita. Kita yang harus mempopulerkan dan perkenalkan lagu-lagu daerah kita,” sebutnya.
Banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam penyusunan dan penulisan buku kata Wandi karena dia lebih dulu mencari pemodal dalam penerbitan buku. Sedangkan penulisan buku hanya butuh waktu selama empat bulan.
1.000 eksemplar buku Iwan Tompo yang dicetak oleh percetakan Pustaka Sawerigading akan dibagikan ke sekolah-sekolah secara gratis. Memang pembuatan ditujukan bukan untuk komersial tetapi lebih pada pemberian informasi tentang pekerja seni di Makassar.
“Terakhir kita mendapat bantuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan mencetak buku dan Wali Kota Makassar untuk fasilitasi kami dalam peluncuran buku,” ucapnya. (arf)