Site icon Berita Kota Makassar

Petani Tadah Hujan Garap Sawah

SIDRAP, BKM — Sejumlah petani penggarap sawah tadah hujan dan irigasi semi teknis di sejumlah wilayah di Kabupaten Sidrap baru mulai turun sawah.
Hal itu terjadi di Kecamatan Panca Lautang, dan Alekaraja, Kecamatan Watang Pulu. Sekitar 2.400 hektar lahan semi teknis itu baru mulai digarap di akhir Desember.
Sementara persawahan yang berada di daerah irigasi teknis sudah lama turun sawah dan mengikuti jadwal Musim Tanam (MT) Oktober 2017 – Maret 2018 (Okmar).
Seperti di Bilokka dan Wanio,Kecamatan Panca Lautang, petani baru kembali turun sawah setelah memastikan pasokan air yang masuk ke lahan persawahan sudah cukup.
“Sebenarnya Oktober lalu, petani didaerah lain, khususnya irigasi teknis rata-rata sudah turun. Kalau petani disini baru mulai turun,” kata Kepala Desa Wanio Timoreng, Syamsuddin, Selasa, (26/12).
Ia mengatakan, petani di daerah ini hanya bisa panen 1 kali setahun. Itu terjadi karena lahan persawahan rata-rata semi teknis dan tadah hujan.
“Inilah masalah yang terus dihadapi oleh petani Panca Lautang setiap tahun, sementara daerah lain bisa panen dua kali setahun. Petani hanya berharap pemerintah dapat mencarikan solusi sehingga bisa juga seperti daerah lain, mengingat sebagian besar mata pencarian warga hanya bertani,” ucapnya.
Kepala Dinas Pegelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sidrap, Imran melalui, Kabid SDA, Yusuf Thamrin saat dihubungi terpisah mengatakan, khusus Panca Lautang memang merupakan daerah irigasi teknis yang paling terakhir pasolan airnya.
“Disana itu, dari dulu hanya sekali setahun garap sawah, itupun biasa dibantu dengan pompanisasi. Air irigasi disitu tidak bisa diharapkan, tidak seperti di daerah irigasi teknis,” ucapnya.
Ia pun mengaku, hingga saat ini pemerintah terus berupaya menangani permasalahan yang dihadapi petani khususnya di daerah irigasi semi teknis agar pasokan air tetap mencukupi. (ady/C)

Exit mobile version