MAKASSAR, BKM– Ribuan umat Nasrani melaksanakan Misa Natal di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Senin (25/12). Misa Natal tahun ini berlangsung dengan khidmat dan aman. Pelaksaanan ibadah Misa Natal dilaksanakan sebanyak empat kali mulai dari 06:30 sampai 18:30 malam. Beberapa personil Polri dan TNI bersenjata lengkap berjaga-jaga dengan memeriksa setiap jemaat yang hendak memasuki gereja.
Salah seorang jemaat yang berasal dari luar Sulawesi Selatan, Ryan mengatakan, suasana pelaksanaan ibadah Misa Natal berjalan dengan lancar dan damai karena kerjasama yang baik dengan pihak keamanan.
“ Terima kasih untuk itu semua. Berkat kerjasama yang baik, semua jemaat di gereja ini bisa beribadah dengan baik tahun ini, semoga tuhan memberkati,” ujarnya.
Pelaksanaan Misa Natal juga berjalan aman dan lancar di Gereja Paroki st Fransiskus Assisi di Jalan Hertasning. Ribuan umat katolik yang mengikuti ibadah mendapat pengawalan ketat personel TNI dan Polri. Senin, (25/13).
Sejak pukul 09:00, jemaat mulai memadati gereja untuk melangsungkan ibadah misa natal ke dua. Dengan tertib, jemaat masuk mengisi tempat duduk yang telah disediakan hingga di halaman gereja.
Ibadah misa ke dua di gereja katolik dipimpin Pastor Leo Palilling dengan tema “Mari Kita Buka Hati Menerima Damai Natal, dan Mari Kita Beri Hati Mewujudkan Sukacita Natal”. Untuk menampung semua jemaat, ibadah misa natal dibagi tiga kelompok.
Panitia Seksi Liturgi Paroki st Fransiskus Assisi, Pieter Fernandez mengatakan, pelaksanaan ibadah misa natal Gereja Paroki st Fransiskus Assisi dibagi menjadi tiga kelompok. Ibadah pertama dilaksanakan pukul 06:30 wita, ibadah ke dua 09:00 wita, dan ibadah ke tiga pukul 17:30 wita. Setiap pelaksanaan ibadah berlangsung selama dua jam.
“Agar ibadah berjalan khidmat dan khusyuk, kami liturgi atau pengamanan dalam gereja berpesan kepada jemaat mematikan handphone atau telepon genggamnya. Selain itu kami juga mengarahkan jemaat mengisi tempat duduk yang kami sediakan hingga di halaman gereja. Ibadah dibagi menjadi tiga kelompok atau kloter biar bisa menampung semua jemaat,” terang Pieter.
Adapun khotbah yang disampaikan Pastor Leo Palilling disebutkan Pieter mengajak umat mengamalkan nilai kebaikan cinta kasih dalam hidup berkeluarga dan bernegara. Tidak lupa menyampaikan kelahiran yesus kristus.
“Dan mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah berlangsung sejak Minggu, (24/12) sampai malam. Ribuan jemaat sudah melaksanakan ibadah misa di gereja,” ucapnya.
Sementara itu, mengantisipasi tindak kejahatan saat Natal dan Tahun Baru 2018 jajaran Polrestabes Makassar, menggelar operasi lilin di jalan raya dan melakukan pengamanan di sejumlah gereja atau tempat peribadan umat nastrani, sejak Minggu (25/12). Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol, Anwar Efendi mengemukakan, sasaran dalam operasi lilin pada Natal dan Tahun Baru adalah mengantisipasi aksi gangguan kantibmas dalam bentuk terorisme, kemudian konflik berbau keagamaan dan idologi. Operasi lilin resmi digelar dengan apel pasukan di lapangan karebosi yang dipimpin Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono yang diikuti 1.700 personil terhitung dari tanggal 23 Desember 217 hingga 1 Januari 2018.
Operasi lilin digelar dalam rangka mengawal perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018. Dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru pihaknya membangun 12 pos pelayanan di sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas. (jun-arf-jul)
Ribuan Umat Nasrani Misa Natal di Gereja Katedral
