LUTIM, BKM — Pemkab Luwu Timur mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) dalam rangka mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) pada sektor ekonomi.
Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, Budiman pada acara bimbingan teknis penyusunan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD-RT) BUMD di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rabu (27/12).
Menurut Budiman, Pemkab melihat banyak manfaat jika BUMDesa bisa beroperasi. Apalagi jika sesuai misi tersebut, BUMDesa harus bisa melihat potensi desa yang kemudian dikelola dan dikembangkan dengan sentuhan inovasi sehingga menjadi salah satu bentuk usaha di Desa.
“Sebagai contoh ada satu desa di Jawa yang sukses mengembangkan kolam renang biasa menjadi kolam renang yang bernilai dengan mendesain sedemikian rupa sehingga mirip laut. Wisatawan banyak yang datang untuk sekedar berfoto bahkan menyelam di kolam tersebut,” ungkapnya.
Di Luwu Timur, sangat banyak potensi sumber daya yang tersebar di wilayah pedesaan. Hanya dibutuhkan keseriusan untuk mengelola potensi tersebut di dukung dengan sentuhan inovasi BUMDesa sehingga bisa bernilai jual.
“Dalam menyusun program itu ada tiga hal penting yang harus dimiliki sebuah program. Pertama tidak melanggar aturan, kedua harus ada sumber daya dan ketiga harus bermanfaat bagi masyarakat. Jika dari ketiga hal ini ada yang tidak diwujudkan, maka program tersebut tidak perlu dijalankan,” ungkapnya.
Kasi Pengembangan Sumber Daya Alam Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Andri mengatakan, Bimtek BUMDesa ini memuat Anggaran Dasar dan Rumah Tangga yanh bertujuan untuk memuat kajian tempat dan kedudukan, modal usaha, pengelola organisasi dan tata cara penggunaan dan pembagian keuntungan. Sementara Rumah Tangga BUMDesa memuat hak dan kewajiban serta penetapan jenis usaha dan sumber modal.
“Kegiatan bimtek BUMDesa ini diikuti sekretaris desa dan pengurus BUMDesa,” ungkap Andri. (alp/C)