PERCAYA diri, jangan menyerah, dan bangga atas potensi yang dimiliki. Itulah kiat Muh Nurul Kamal Purnama dalam menggapai prestasi.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
KAMAL bercerita lagi tentang pengalamannya ketika mengikuti KPN beberapa waktu lalu. Setelah lolos melalui penjaringan yang cukup ketat, ia kemudian dibawa ke Jakarta. Di ibukota negara itu, Kamal dipertemukan dengan para Duta Bahari lainnya dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
Pertama ia diberikan pembekalan selama tiga hari sebelum berangkat berlayar ke Sabang. Pembekalan itu mengupas materi tentang peningkatan kapasitas pemuda. Di sini ditekankan bahwa semua pemuda harus produktif. Tak terkecuali mereka yang telah dipilih menjadi Duta Bahari.
Setelah itu barulah ia pergi berlayar. Rutenya antara lain melalui Jakarta, Batam, Tanjung Balai, Medan, Banda Aceh, dan terakhir berlabuh di Sabang.
Sebagai seorang pemuda yang diharapkan bisa produktif, tentu saat berada di atas kapal memiliki berbagai kegiatan yang harus dilakukan. Misalnya saja, Kamal dan teman-temannya kerap menggelar Forum Group Discussion (FGD).
FGD ini membahas berbagai permasalahan tentang laut. Mulai dari banyaknya sampah, alat penangkapan ikan yang kerap merusak alam bawah laut, sampai beberapa perusahaan yang kerap membuang limbahnya di laut. Semua mereka diskusikan hingga memiliki solusi yang baik dalam penanganannya.
Belajar dari sana, Kamal sebagai Duta Bahari Sulsel 2017 berencana untuk segera mengadakan kegiatan Phinisi Child, hasil dari FGD yang sering mereka lakukan. Phinisi Child sendiri adalah program yang dicanangkan untuk anak-anak putus sekolah agar motivasi belajarnya bisa kembali.
Kamal ingin programnya ini berjalan pada bulan April 2018 mendatang di salah satu pulau yang berada di Kabupaten Pangkep. “Di sana itu banyak anak putus sekolah, karena motivasi pendidikannya rendah. Makanya kami akan ke sana untuk mengajak anak-anak itu untuk belajar di kapal. Semacam kelas inspirasi begitu,” kata Kamal.
Saat berada di Sabang pun banyak yang dilakukannya. Mulai dari parade keliling Sabang dengan menggunakan baju adat daerah asal. Melakukan kelas inspirasi bagi anak-anak di Sabang. Penanaman mangrove. Aksi bersih pantai. Hingga membuat perpustakaan mini yang bisa dipergunakan oleh masyarakat wilayah paling barat di Indonesia ini.
Saat di kapal pun, ada juga program keliling nusantara. Ini adalah ajang memperkenalkan budaya dari masing-masing daerah asal Duta Bahari berasal.
Kamal tak mau kalah. Ia memperkenalkan berbagai produk andalan Sulsel yang telah dipersiapkannya ke semua Duta Bahari dari provinsi lain. Mulai dari baju adat Sulsel yaitu baju bodo. Makanan khas coto Makassar. Tak lupa ia menjelaskan tentang berbagai wisata andalan di Sulawesi Selatan, seperti Pantai Bira, Pantai Losari, dan objek wisata lainnya.
Selain itu, ia juga sempat menampilkan drama musikal yang bertajuk “Uang Panai” di depan para hadirin yang ada saat itu. Drama musikal yang ia mainkan memiliki unsur Tari Mappadendang dan Tari Indo’ Logo yang merupakan tarian khas Sulsel.
Sebagai Duta Bahari Sulsel, pastinya Kamal juga memperkenalkan berbagai wisata bahari daerah ini. Karena ia lelaki asli asal Kabupaten Sinjai, tak lupa juga ia memperkenalkan keindahan yang dimiliki oleh Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai.
Untuk ke depannya, Kamal akan aktif mempromosikan wisata bahari kepada tetamu yang berkunjung ke Sulsel sebagai perantara antara tamu dengan pemerintah. Ia juga akan aktif mengikuti berbagai event yang berhubungan dengan kebaharian dan kemaritiman.
Terakhir, Kamal mengungkapkan harapannya. Ia berharap jika segala macam masalah kelautan di Indonesia supaya dapat terselesaikan. “Saya berharap masyarakat harus mulai tak membuang sampah sembarangan. Karena sampah itu akan sampai di laut dan dapat merusak organisme maupun ikan-ikan yang ada di laut,” tutup Kamal. (*/rus/b)
