MAMUJU, BKM — Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulbar telah melakukan kegiatan pembinaan karakter kepada para siswa dan siswi SMA dan SMK. Ini dapat dimaknai sebagai upaya mendorong para pelajar tumbuh dan berkembang dengan kompetensi berpikir dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dalam kehidupan sehari-hari. Juga mempunyai keberanian dalam melakukan yang benar, meski dihadapkan pada berbagai tantangan.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Diknas Sulbar, H Juniar Jabbar SE MSi, dihadapan para siswa dan siswi yang mengikuti pembinaan karakter, di Mamuju, kemarin.
Dikatakan, pembinaan karakter pendidikan tidak terbatas pada transfer pengetahuan mengenai nilai–nilai yang baik. Tapi menjangkau sebagaimana mestinya. ”Maka dalam nilai–nilai tersebut tetap tertanam pada jati diri seseorang dan memberikan sebuah prinsip, kalau ini menyatu dalam fikiran dan tindakan, pasti akan memberikan sebuah hasil positif,” kata Juniar Jabbar.
Menurut Juniar Jabbar, karakter bangsa yang berbudi luhur, sopan santun, ramah tamah, gotong royong, disiplin, taat aturan yang berlaku dan sebagainya, perlu metode pembiasaan dan keteladanan dari semua pihak. Semua stakeholder pendidikan diharapkan andilnya dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian kebudayaan lokal di daerah. Khususnya di kalangan peserta didik sebagai penerus bangsa.
Salah satu bentuk penerapan pendidikan karakter yang bisa dilakukan di sekolah-sekolah khususnya di Sulbar adalah budaya malaqbi yang merupakan bagian dari kearifan budaya lokal yang ada di Sulawesi Barat. Sikap malaqbi yang dimaksudkan adalah bagaimana seorang peserta didik bersikap dan menunjukan pola tingkah laku yang baik dalam berpakaian, dan bertutur kata yang mencerminkan dirinya sebagai manusia yang patut dijadikan contoh dan panutan.
”Budaya malaqbi yang dapat kita realisasikan di sekolah misalnya dengan penerapan pemakaian atribut sebagai simbol kedaerahan yang menekankan pada pengenalan budaya lokal yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya serta kebutuhan pembangunan daerah setempat yang perlu ditanamkan kepada peserta didik,” katanya.
Selain itu penggunaan bahasa lokal dipandang perlu diaplikasikan paling tidak sehari dalam seminggu di setiap proses pembelajaran di sekolah, penanaman pendidikan karakter juga bisa dilakukan dengan membudayakan penyambutan peserta didik di gerbang sekolah oleh petugas piket dengan berpakaian adat dan menggunakan bahasa daerah.
Hal senada juga disampaikan Yusriana SPd MSi. Menurutnya, penerapan pendidikan karakter melalui sikap malaqbi sebagai bentuk implementasi kearifan budaya lokal bagi peserta didik. ”Sehingga dengan penerapan budaya tersebut kita telah memperkenalkan dan menerapkan kebudayaan lokal kita. Mestinya kita bangga dengan apa yang kita miliki dan memperlihatkan kepada dunia bahwa inilah daerahku,” kata Yusriana, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas dalam Proyek Perubahan dalam mengikuti Latihan Kepemimpinan IV yang sementara berjalan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Regional Makassar. (ala/mir/c)
Diknas Sulbar Bina Karakter Siswa
