BARRU, BKM — Pengalihan jalur jalan poros Barru-Pare-pare di kota Barru (jalan negara) ke Jalan Pettarani karena dilakukan pengecoran, menjadi penyebab hancurnya Jalan Pettarani yang rata-rata dilalui kendaraan roda empat dengan volume besar.
Titik jalur jalan paling parah kerusakannya mulai didepan jalan masuk Rujab Wabup yang saat ini masih ditempati Bupati Barru Suardi Saleh, hingga lampu merah di Lasinri. Panjang jalan yang rusak diperkirakan sekitar 200 meter. Selain itu masih ada juga jalan rusak di tikungan antara jalan Jenderal Ahmad Yani ke Jalan Pettarani.
Kondisi demikian, akhirnya ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum Barru yang turun tangan memperbaiki jalur jalan yang rusak tersebut.
Kadis Pekerjaan Umum Barru, Herman Jaya saat Rabu (27/12) pihaknya secara rutin melakukan upaya pemeliharaan jalan dengan cara menambal. “Sudah tiga kali dilakukan langkah pemeliharaan dibeberapa titik kerusakan di jalan alternatif ini, ” ujar Herman.
Langkah pemeliharaan ini sebagai bentuk sinergitas pemerintah daerah kepada pemerintah pusat yang sedang melaksanakan perbaikan jalan poros (jalan negara) dan jalan Pettarani merupakan satu-satunya jalur alternatif yang setiap waktu dilalui kendaraan bertonase besar, sehingga beresiko mengalami beban kerusakan. “Makanya Dinas Pekerjaan Umum lebih rutin melakukan pemeliharaan, ” kelitnya (udi/C)
Jalan Alternatif Rusak Berat
