MAKASSAR, BKM — Pada sebuah rumah nomor 10 Jalan Serigala RT 01/RW 01, Kelurahan Mandala, Kecamatan Mamajang, Kamis (28/12) pukul 20.00 Wita. Sesosok mayat perempuan ditemukan telah membusuk di dalamnya.
Namanya Hj Asny Rosi Syamsu. Usia 72 tahun. Wanita malang ini adalah seorang pensiunan dokter. Ia tinggal sendirian di rumahnya.
Jasadnya sudah tak bernyawa pertama kali ditemukan oleh ponakannya, Klarana Ulfa (24). Warga Perumahan Depag Blok F5 Daya ini berkunjung ke rumah tantenya malam itu.
Ia datang atas permintaan Anugrah Sartika Dewi Anggraeni (34), anak dari korban yang bermukim di Jakarta. Klarana dimintai tolong untuk mengecek kondisi ibunya, karena Anugrah Sartika berkali-kali menghubungi nomor HP ibunya, tak pernah diangkat.
Saat pintu pagar rumah diketuk, tak ada sahutan dari dalam. Nomor handphone miliknya yang dihubungi, dalam posisi aktif namun tidak diangkat.
Klarana Ulfa lalu meminta bantuan kepada warga sekitar. Apalagi, pada saat itu ia mencium bau menyengat yang bersumber dari dalam rumah.
Anggota Polsek Mamajang yang menerima informasi dari warga, mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 20.44 Wita. Bersama Ketua RW Milawaty Aziz dan beberapa orang kerabat korban, pintu pagar rumah dibuka secara paksa.
Tak lama berselang, satu unit petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar tiba di TKP. Mereka membawa peralatan khusus untuk membongkar besi pengaman jendela dan membuka kaca serta pintu rumah dari dalam.
Beberapa menit kemudian, tim identifikasi Polrestabes Makassar bersama tim Dokpol Polda Sulsel juga datang. Upaya pembongkaran paksa dilakukan untuk bisa masuk ke dalam rumah. Disaksikan Kanit Reskrim Polsek Mamajang Iptu Syamsuddin, Lurah Mandala, ketua RT/RW dan keluarga korban bersama warga setempat.
Setelah berhasil masuk melalui jendela yang dibobol, ditemukanlah jasad korban terbujur kaku di dalam kamar mandi. Kondisinya cukup mengenaskan dan sudah berbau. Didapati pula sejumlah obat yang tergeletak di lantai. Kuat dugaan korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Kapolsek Mamajang, Kompol Kristian menjelaskan, dari hasil olah TKP awal ditemukan bahwa pagar rumah dalam keadaan tergembok. Semua pintu terkunci dari dalam.
Di teras rumah terdapat beberapa eksemplar surat kabar. Penerbitan edisi Jumat (22/12) hingga Kamis (28/12). Hampir sepekan surat kabar tersebut tak tersentuh. Bau tak sedap telah menyeruak dari dalam rumah. Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
”Korban diperkirakan sudah meninggal hampir sepekan dan sudah menimbulkan bau. Sejumlah saksi telah dimintai keterangannya,” kata Kompol Kristian.
Ketua RT setempat, Mantasiah mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dalam kamar mandi rumahnya, korban pernah terjatuh saat berada di bank. Pinggangnya terasa sakit.
Saksi lain yang juga tetangga korban bernama Lili, mengaku beberapa hari sebelumnya sempat melihat korban keluar bersama tetangga samping kiri rumahnya. Hanya saja, ia tidak mengingat kapan waktunya. ”Korban tinggal sendiri di rumahnya,” ujar Lili.
Tetangga lainnya, Nani sempat menghubungi anak almarhumah yang berdomisili di Jakarta. Sebab, sudah beberapa hari Nani tidak pernah melihat korban. Ternyata, tetangganya itu sudah meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya. (ish-jul/rus)
Tinggal Sendiri, Pensiunan Dokter Ditemukan Membusuk
