MAROS, BKM — Berbagai cara dilakukan masyarakat dalam menyambut tahun baru 2018. Sama halnya dengan pelari yang berdomisili di Kabupaten Maros. Mereka punya cara tersendiri dalam menyambut tahun 2018.
Tidak dengan berpesta kembang api atau sejenisnya. Puluhan pelari Maros yang tergabung dalam tiga komunitas lari, yakni Maros Runners, Bosowa Runners dan Battala’ Maros Runners justru berlari sejauh 20,18 kilometer, pada Minggu (31/12).
Para pelari mengambil rute start dari kantor bupati Maros menuju Kelurahan Pallantikang kemudian melewati jembatan gantung Pakkasalo Maros Baru menuju Kecamatan Lau dan finish di kantor bupati Maros.
Ketua Bosowa Runners, Muthmainnah Amri yang menginisiasi kegiatan ini mengatakan, berlari diakhir pekan menjadi kegiatan rutin dari pelari. Tapi karena akan memasuki tahun 2018 sehingga dibuatlah rute sejauh 20,18 km.
”Sebenarnya tiap akhir pekan memang jadual rutin kami long run atau lari jarak jauh. Tapi karena besok sudah masuk 2018, jadi sekalian buat rute lari sejauh 20,18 kilometer agar lari kami bertema 2018,” ujarnya.
Pihaknya, lanjut Muthmainnah, mengajak komunitas Maros Runners dan Battala’ Maros Runners untuk berlari sejauh 20,18 km sekaligus berkeliling menikmati keindahan Kabupaten Maros.
”Rutenya cukup berbeda dari biasanya. Karena rute kami biasanya daerah kota Makassar. Nah, sekarang rute melewati pedesaan dengan hamparan sawah dan melewati jembatan gantung yang cukup menantang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Battala’ Maros Runners yang merupakan cabang dari Maros Runners, Ophang Ridwan, mengatakan, beberapa anggotanya yang ikut kali ini merupakan pertama kalinya lari sejauh ini. Biasanya anggotanya hanya berlari 5km sampai 10km.
”Ini awal yang baik untuk tahun 2018 karena sudah bisa half marathon. Semoga tahun 2018 kemampuan dan kecepatan berlari semakin meningkat dan bisa juga menjadi marathoner 42 km,” ujarnya. (ari/mir)