Site icon Berita Kota Makassar

Malino Hujan Kembang Api

GOWA, BKM — Malam pergantian tahun di kota wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong berlangsung marak. Kota bunga yang diselimuti rasa dingin menyengat itu, meski tak hujan seperti hari-hari sebelumnya, namun tetap hujan kembang api.
Aktivitas masyarakat Malino ditambah membludaknya pengunjung beberapa jam sebelum waktu tepat pukul 00.00 Wita, berbagai kegiatan dan acara. Sejumlah kerukunan maupun komunitas dan organisasi masyarakat serta pemuda menggelar pesta makan-makan.
Ada juga yang menggelar lomba kartu atau domino. Mereka bahkan sengaja menyewa musik elekton lalu nyanyi sepuasnya sampai dinihari. Ada juga lomba joget seperti yang digelar keluarga Mappanganro Karaeng Rau yang dipusatkan di salah satu rumah kerabat di Dusun Tombongi, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe.
Di Malino, kota wisata ini dikunjungi puluhan ribu pengunjung dengan menyewa villa, hotel, hingga rumah-rumah warga yang selama ini beralih menjadi home stay.
Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz, mengatakan, aktivitas warga Malino bersama pengunjung khusus di malam pergantian tahun dijadikan momen untuk saling kumpul sanak keluarga serta kerabat.
”Alhamdulillah, aktivitas masyarakat Malino dan sekitarnya dimalam pergantian tahun berjalan lancar dan aman,” jelas Andry Mauritz.
Hal sama dikatakan Manuntungi Dg Lalang, Dusun Tombongi, Kecamatan Parangloe. Suasana menyambut pergantian tahun di Tombongi bukan hanya rumpun keluarganya yang menggelar silaturahmi sambil menggelar lomba joget yang turut diikuti warga sekitar.
”Dengan menggelar kegiatan di rumah sambil kumpul-kumpul dengan keluarga dan warga adalah hal baik. Positifnya karena kami sekeluarga saling bertemu dan ada wadah berkumpul. Sehingga anak-anak muda tidak perlu pergi keluyuran di malam pergantian tahun ini. Kami lebih utamakan kebersamaan. Dan ini bukan merayakan pergantian tahun tapi sekadar temu silaturahmi dimomen akhir tahun ini,” jelasnya.
Tepat pukul 00.00 Wita, Senin (1/1), pesta kembang api dilakukan sejumlah kelompok pemuda dan masyarakat. Akhirnya, udara malam Malino yang dingin serta wilayah sekitarnya menjadi ramai dan marak kembang api yang diletuskan silih berganti dan dengan suara hingar bingar saling berganti.
Sementara pantauan BKM pada Senin siang (1/1), obyek wisata kuliner Beroangin Bilibili di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, full pengunjung. Saking fullnya, area parkir di kawasan lesehan ini full. Bahkan, dua sisi jalan poros Malino Raya depan pintu masuk lesehan disesaki kendaraan parkir. (sar/mir)

Exit mobile version