Site icon Berita Kota Makassar

Warga Mengeluh Lorongnya Gelap

MAKASSAR, BKM– Program pembenahan lorong yang didengung-dengungkan Pemerintah Kota Makassar ternyata belum maksimal terealisasi. Perpanjangan tangan dari Pemkot Makassar yakni kecamatan, kelurahan bahkan RT dan RW dinilai belum bergerak sepenuhnya.
Salah satu lorong terkesan dilupakan yakni lorong yang tidak jauh dari Jalan Regge, lorong 6, RT1 , RW 2, kelurahan Rappokalling, kecamatan Tallo.
Program lorong yang tengah berjalan seperti lorong garden (longgar), singarana lorong dan penutupan drainase belum dirasakan warga di lorong 6.
“Pernahmi pak RT disini sampaikan kalau maumi dipasang lampu lorong tapi tidak tau kenapa belum dipasang ini. Kami mengeluhkan suasana gelap pada malam hari dan rawan kriminalitas,” ungkap Dg Patta salah satu warga, Jalan Dg Regge, Lorong 6.
Dikonfirmasi perihal lorong tersebut, Ketua RT 1 RW 2, Iqbal, menjelaskan, sejak dirinya menjabat menjadi RT selama 12 tahun untuk lorong 6 dibenahi atas swadaya masyarakat.
” Betul kalau program pemerintah kota tidak menyentuh lorong 6, seperti program Singara Lorong, Longgar, pembersihan drainase. Saya mau jalankan program pemerintah di lorong 6, tetapi beberapa kali saya ajukan pengadaan cat di kelurahan tetapi belum direalisasikan. Longgar juga, mau ditanami apa sepanjang lorong disini sementara kita tidak diberi bibit,” kata Iqbal.
Iqbal juga mengaku, jika program Singarana Lorong belum menyentuh lorong 6, bahkan sudah menjadi keluhan warga. Apalagi, warga pernah dijanjikan pemasangan lampu lorong tapi belum juga terealisasi. ” Yang menerangi lorong hanya lampu teras warga,” ungkap Iqbal. (jun)

Exit mobile version