GOWA, BKM — Kisah pilu kakek yang hidup sebatangkara dalam keadaan kondisi buta mata dan lumpuh tubuh ini, mendapat simpati Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga. Rasa simpati kapolres ini pun akhirnya menjadi sebuah keharuan yang memdalam. Apalagi kakek Atto (56) menangis saat bertemu kapolres digubuknya yang telah layak dihuni pasca dibedah oleh personil Polsek Bontomarannu.
Hidup Dg Attonmemang mengundang pilu lantaran Dg Atto menjalani hidupnya sendirian. Untuk makan saja dia hanya berharap belas kasih para tetangga. Kepliuan seorang Atto pun semakin parah lantaran kakek ini hanya bisa terbaring dan duduk selama lima tahun karena kelumpuhan.
Saat memasuki gubuk seukuran 1×2 meter itu yang kini sudah dilengkapi kamar kecil itu, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga yang datang didampingi Kasat Intel, AKP Surahman dan Kapolsek Bontomarannu, AKP Robert Naro merasa trenyuh. Mata Shinto pun berkaca-kaca melihat warga Dusun Berdikari 1 Desa Mata Allo, Kecamatan Bontomarannu ini hanya tertunduk terisak sambil sesekali memakan roti yang dibawakan oleh kapolres.
Kunjungan pada pukul 16.30 Wita itu mebuat para tetangga kakek Atto berbondong-bondong ke gubuknya untuk melihar Kapolrea Gowa dari dekat.
“Terima kasih pak Kapolres sudah mau singgah dan berkunjung ke gubuk saya,” ucap kakek Atto terisak merengkuh bahu kapolres. Kakek Atto pun menceritakan kesedihannya semasa kecil yang sudah yatim piatu. Sejak kecil sebatangkara dan hingga tua kakek Atto menjalani hidupnya dengan derita.
“Kedatangan saya ke rumah kakek Atto dalam rangka memberikan bantuan seadanya dan ini salah satu bentuk kepedulian jajaran kami dengan mempersembahkan tempat rumah hunian baru yang layak dan itu atas jerih payah Kapolsek Bontomarannu bersama jajarannya. Juga disokong dermawan yang memberikan tempat lokasi tanah tinggal dan membangun rumah di wilayah ini,” jelas Shinto. (saribulan)
Kunjungi Kakek Atto, Kapolres Gowa Menangis
