GOWA, BKM — Puluhan pegawai tenaga medis dan non medis RSU Thalia Irham Panciro dilatih cara pemadaman kebakaran di halaman RSU Thalia di Jl poros Pallangga-Bajeng, Kabupaten Gowa, Kamis (4/1/2018) pagi.
Para insan kesehatan ini melakukan simulasi penanganan kebakaran serta simulasi penggunaan alat pemadam kebakaran ringan (Apar).
Simulasi ini dilakukan managemen RSU Thalia Irham bekerjasama Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Gowa bertujuan agar para insan medis bisa melakukan tindakan penanganan awal ketika terjadi kebakaran ditempat.
Pengetahuan penggunaan Apar dan cara tindakan perlu diketahui pihak rumah sakit agar nantinya paham dan bisa langsung melakukan penanganan bila peristiwa kebakaran terjadi.
Kadis Damkar Gowa, Rostam Razak didampingi Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa, Mustamin Raga mengatakan, simulasi yang dilakukan di RSU Thalia Irham Panciro adalah aksi pertama yang dilakukan Disdamkar di tahun 2018.
Simulasi pemadaman dan penyelamatan untuk Managemen RSU Thalia Irham Panciro ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terjadinya kebakaran di lingkup rumah sakit swasta tersebut.
“Simulasi ini kita lakukan untuk memberdayakan aparat maupun masyarakat atau kawasan bangunan gedung terkait proteksi sarana alat pemadam kebakaran baik itu alat pasif yang meliputi tangga darurat, petunjuk arah dan lainnya serta alat aktif seperti alat pemadam (Apar) dan lainnya. Dengan simulasi ini kita harapkan semua pemilik bangunan gedung untuk antisipatif memiliki alat proteksi kebakaran serta antisipatif dalam menanganinya,” kata Rostam.
Sementara itu Kepala RSU Thalia Irham Panciro, Ariana Clara kepada BKM menyampaikan terimakasihnya atas adanya kegiatan simulasi yang dilakukan pihak Disdamkar Gowa.
“Kami sudah pernah melakukan simulasi yabg sama yakni tiga tahun lalu serta setahun lalu. Dan sekarang dilakukan lagi. Kami melakukan simulasi bekerjasama Dinas Damkar ini sebagai upaya pihak Thalia untuk tanggap darurat bilamana terjadi kebakaran di lingkup rumah sakit,” kata Ariana Clara bertitel Sarjana Kesehatan Masyarakat ini.
Menurut Ariana Clara, simulasi ini sangat bermanfaat dan memberikan pengetahuan bagi jajarannya baik medis maupun non medis untuk punya kemampuan melakukan tindakan awal pemadaman bilamana sewaktu-waktu terjadi kebakaran di rumah sakit yang terletak di Jl poros Pallangga-Bajeng ini.
“Jadi staf rumah sakit termasuk para medis bisa melakukan tindakan pertolongan dan mengevakuasi pasien serta dapat dengan menggunakan alat pemadam kebakaran,” kata Ariana Clara.
Dikatakannya, saat ini RSU Thalia Irham dibackup 70 orang tenaga medis dan non medis serta tenaga dokter jaga lima orang sementara dokter spesialis diantaranya spesialis penyakit dalam, kandungan serta bedah ini telah memiliki peralatan pemadam berupa Apar.
“Ya semoga saja di rumah sakit ini tidak pernah terjadi kebakaran. Semoga arahan-arahan dari pihak Damkar menjadi satu ilmu bagi jajaran kami dalam menangani kejadian kebakaran,” tambahnya. (saribulan)