MAMUJU, BKM — Menindaklanjuti pengaduan sejumlah mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang menjadi korban dualisme rektor di Unsulbar beberapa waktu lalu.
Jajaran Ombudsman RI telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan persoalan ini. Bahkan, sampai ke meja Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hasil pertemuan tersebut telah membuahkan hasil. Yakni dengan terbitnya surat dari Kemenristek Dikti yang meminta pihak Unsulbar segera memfasilitasi penyelesain 65 orang mahasiswa ini.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Ombudsman RI Sulbar telah melakukan koordinasi dengan rektor Unsulbar dan wakil bupati Majene, dalam rangka membahas persoalan teknis dan percepatan penyelesain persoalan tersebut.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar, Lukman Umar, mengatakan, sebagai generasi pelanjut para mahasiswa ini harus dicarikan solusi. Dan Ombudsman RI Perwakilan Sulbar sudah melakukan itu. Selanjutnya, harus tetap dibangun sinergi kepada semua pihak agar masalah ini segera berakhir.
”Mereka ini adalah generasi pelanjut di daerah ini yang harus mendapat perhatian. Bahkan, pak wakil bupati Majene memberikan apresiasi kepada ombudsman dan berjanji akan ikut mendorong penyelesaian persoalan ini,” kata Lukman Umar, kemarin.
Menurut Lukman, secara kelembagaan Ombudsman RI Perwakilan Sulbar juga memberikan apresiasi kepada rektor Unsulbar yang telah menindaklanjuti saran dan masukan Ombudsman RI dengan baik.
Hingga hari ini pihak Unsulbar telah mengeluarkan pemberitahuan kepada 65 orang mahasiswa tersebut, agar segera melengkapi berkas dan persyaratan administrasi berdasarkan dengan jumlah SKS yang pernah diikuti. (ala/mir/c)