MAKASSAR, BKM — Jasad seorang pria yang belum diketahui identitasnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Aparat kepolisian dari Polsek Tallo masih melakukan pencarian terhadap keluarganya.
Lelaki bertubuh ceking itu ditemukan dalam kondisi bersimbah darah. Wajahnya babak belur. Ia menjadi sasaran amuk massa usai tertangkap tangan melakukan pencurian knalpot sepeda motor milik korban bernama Haerun (52), warga Jalan Sunu III, Kecamatan Tallo.
Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu H Ramli JR yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan adanya seorang pria yang belum diketahui identitasnya tewas di tangan massa. Ia menjadi bulan-bulanan warga, setelah tepergok melakukan pencurian knalpot motor seorang warga pada hari Selasa (2/1) sekitar pukul 20.30 Wita. Sempat kabur, namun kemudian terjebak saat masuk ke dalam rumah warga.
”Tidak ada identitas yang ditemukan. Jasadnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kami masih mencari keluarganya,” jelas Iptu H Ramli, Kamis (4/1).
Ia menerangkan kronologis kejadian. Saat itu pelaku mendekati sebuah motor Yamaha bernomor polisi DD 5794 QB warna biru. Kendaraan roda dua milik Haerun itu terparkir di teras rumahnya Jalan Sunu III.
Dengan cepat pelaku membuka knalpot motor tersebut menggunakan kunci-kunci yang telah disiapkan. Nahas, setelah berhasil mempreteli knalpot, pelaku terjatuh.
Suara tersebut terdengar oleh pemilik motor. Ia langsung mencari sumber suara. Terlihatlah seorang pria menenteng sebuah knalpot motor keluar dari teras rumahnya. Korban pun langsung berteriak. ”Pencuri…..”
Spontan saja suara teriakan tersebut mengundang perhatian warga. Pelaku pun dikejar. Dia berlari ke dalam lorong, lalu masuk ke dalam rumah salah seorang warga bernama Irwan Thahir.
Tapi keberadaannya diketahui oleh warga yang mengejarnya. Pelaku langsung naik ke lantai dua.
Merasa dirinya tak aman, dia kemudian merusak kaca jendela rumah. Selanjutnya melompat turun. Begitu kakinya menyentuh tanah, massa secara serentak menghakiminya hingga tak sadarkan diri.
”Kami langsung ke lokasi begitu mendapat informasi adanya aksi massa. Selanjutnya mengevakuasi pelaku ke rumah sakit,” ujar Iptu H Ramli lagi.
Karena kondisinya yang kritis, nyawanya tak tertolong. Ia mengembuskan nafasnya yang terakhir saat berada di RS. (ish/rus)
Maling Knalpot Tewas Dihakimi Massa
