Site icon Berita Kota Makassar

Nasdem Hanya Dorong 4 Kader dan 8 Eksternal

MAKASSAR, BKM–Partai Nasdem tidak mengajukan kadernya di 8 daerah yang akan mengikuti kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) yang digelar serentak pada 27 Juni mendatang.
Di 8 dari 12 daerah tersebut, Nasdem mengusung eksternal dengan berkoalisi dengan Partai Golkar, Hanura, PDIP dan PPP. Juga parpol lainnya seperti Partai Demokrat, Gerindra, PAN, PKS dan lainnya.
Kader yang tidak diusung di Pilbup diantaranya Burhanuddin Baso Tika di Pilbup Jeneponto, Muhammad Yasin dan Rusman di Bantaeng, Andi Asrul di Bone, Andi Syahrur Kube Dauda di Wajo serta Amiruddin dan Saleh Rahim di Pilbup Enrekang.
Partai Nasdem mengusung eksternal dengan mengajukan pasangan Iksan Iskandar-Paris Yasir di Pilbup Jeneponto, Ilhamsyah Azikin- H Sahabuddin di Pilbup Bantaeng, Takyuddin Masse-Mizar Rahmatullah di Pilbup Sinjai dan pasangan Andi Fahsar Padalangi-Ambo Dalle di Pilbup Bone.
Adapun di Sidrap Nasdem mengusung paket Fatmawati-Abd Majid, di Wajo Nasdem mengusung Amran-Amran. Di Pilbup Pinrang partai restorasi ini mengajukan paket Abd Latif-Usman Marham dan di Luwu Basmin Mattayang-Syukur Bijak.
Partai bentukan Surya Paloh ini hanya mengusung kader di 4 daerah yakin Andi Rahmatika Dewi sebagai calon wakil wali kota Makassar, Faisal A Sapada sebagai calon wali kota Parepare, Judas Amir sebagai calon wali kota Palopo serta Asman sebagai calon wakil bupati Enrekang.
Soal minimnya kader yang berhasil diajukan nasdem, Ketua DPW Nasdem Sulsel H Rusdi Masse mengaku bila partai telah memberi kesempatan kepada para kader untuk membangun koalisi dan mencukupkan kursi sebagai syarat untuk dapat mendaftar. “Semua kader telah diberi kesempatan hingga batas waktu yang telah ditentukan”ujar RMS, usai menyerahkan rekomendasi form B1 KWK kepada usungannya di Kantor DPW Nasdem Sulsel jalan Botolempangan, Senin (8/1).
Tak hanya itu, RMS yang juga Bupati Sidrap ini juga mengungkapkan bila ada kriteria lain yang menjadi pedoman partai yakni dengan melihat program dan visi misi calon. “Selain itu elektabilitas dan popularitas setiap kandidat. “Nasdem harus menang, kami tak mau kalah di 12 daerah sehingga inilah yang menjadi pegangan pengurus partai, termasuk di Bantaeng ada syarat yang tak bisa dipenuhi,”ucapnya.
Untuk itu, semua pengurus dan kader harus patuh dan taat azas untuk mengamankan keputusan yang telah diambil. Tentu bagi kader yang tidak taat azas akan menerima sanksi. Tak hanya itu, partai juga sedang memproses pergantian sejumlah anggota dewan yang maju maupun, termasuk wakil ketua dewan. “Indira juga lagi berproses,”pungkas mantan Ketua DPD II Golkar Sidrap ini. (rif)

Exit mobile version