SIDRAP, BKM — Kenaikan harga beras di Kabupaten Sidrap tidak terlalu berdampak signifikan baik medium maupun premium dan dianggap masih terbilang normal.
Pantauan harga beras disejumlah pasar sentral maupun tradisional. Beras medium masih berkisar Rp8.000 per kilogram, sedangkan premium Rp9.500 hingga Rp10.000.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Sidrap, Sudarmin mengatakan, hingga saat ini harga beras di Sidrap masih normal-normal saja. “Belum ada menunjukkan kenaikan harga yang terlalu signifikan,” katanya, Jumat, (12/1).
Sudarmin menjelaskan, harga beras pada minggu III dan IV Desember 2017 berkisar Rp8.000 untuk beras medium atau biasa. Kemudian beras premium seperti beras kepala biasa Rp8.500, sedangkan beras kepala super Rp9.000.
“Untuk pantauan harga beras medium atau biasa minggu I dan II Januari 2018 tidak ada kenaikan. Hanya beras premium seperti kepala biasa dan super naik Rp500,” ucapnya.
Ia mengklaim, bahwa memang di sejumlah daerah di luar Sulsel harga beras banyak yang naik sekitar Rp11.500 hingga Rp 12.000. Bedah dengan Sidrap sebagai daerah penghasil dan pemasok beras ke luar pulau Sulawesi.
Meskipun begitu, katanya harga beras di Sidrap tidak akan naik melebihi harga normal Rp10.000 ribu. Jika pun itu terjadi, pemerintah akan langsung melakukan operasi pasar.
Hal senada juga dikatakan Kepala Bulog Sidrap, Akbar Said. Ia mengatakan, sudah menyiapkan segala sesuatu dalam rangka menormalkan kembali harga beras jika ada kenaikan.
“Bulog Sidrap sudah siapkan 18 ribu ton beras yang tersebar di 11 gudang untuk antisipasi lonjakan harga beras jika terjadi mengingat saat ini para petani baru mulai turun sawah,” tandasnya. (ady/C)
Bulog Sidrap Siapkan 18 Ribu Ton
