Site icon Berita Kota Makassar

Film Silariang Tayang 18 januari

MAKASSAR, BKM– Film Silariang “Cinta yang (Tak) Direstui” akan tayang 18 Januri mendatang. Sebanyak 65 layar bioskop seluruh Indonesia akan menayangkan serentak film karya anak Makassar ini.
Film yang diproduksi Inipasti Communika ini, bekerja sama dengan Indonesia Sinema Persada untuk mengangkat film berlatar budaya Bugis Makassar.
Produser Film Silariang “Cinta yang (Tak) Direstui”, Ichawan Persada mengatakan, Bugis Makassar mempunyai nilai budaya yang sangat banyak dan menarik diangkat ke layar lebar yang bisa ditunjukkan ke masyarakat Indonesia, khususnya anak muda.
“ Dalam beberapa tahun belakangan, ada keinginan untuk mengangkat isu-isu lokal, sebagai putra daerah tentu saya juga ingin mengangkat nilai budaya dari kampung sendiri,” ungkapnya dalam Meet and Greet Film Silariang “Cinta Yang (Tak) Direstui” di Mal Ratu Indah Makassar, Sabtu (13/1).
Film besutan sutradara Wisnu Adi ini mengangkat kisah tentang cinta dua insan yang tak direstui. Kisah silariang sendiri merupakan isu yang tak lekang oleh jaman di kalangan Bugis Makassar tentang hubungan percintaan seperti pada film dengan genre serupa.
Sutradara film, Wisnu Adi menambahkan, awal ditawarkan menyutradarai film ini cukup menarik hatinya. Lewat film ini, penonton diajak untuk melihat bahwa ada banyak masalah yang dihadapi oleh mereka yang sedang jatuh cinta.
“ Dalam film ini, penonton juga sekaligus diajak untuk melihat budaya Bugis Makassar, memperkenalkan budaya kita ke luar dan ditahu seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, kesederhanaan cerita ini menjadi daya tarik tersendiri. Film ini mengangkat realita yang sering terjadi di kehidupan kita. Cerita tentang cinta yang akhirnya menjadi sangat rumit. Cerita tentang cinta yang akhirnya sangat rumit, tentang keluarga, sosok ibu, perkawinan siri, bibit bebet bobot, kata Wisnu.
Sementara itu, film ini dibintangi oleh beberapa artis muda seperti Bisma Karisma dan Andania Suri. Hadira pula aktris peraih 2 piala Citra, Dewi Irawan yang membuat film ini terasa semakin sempurna.
“ Bermain di film ini lumayan susah, karena dari segi dialek Makassar sudah beda banget apalagi saya orang sunda, cukup dua minggu observasi di Makassar dan proses reading di Jakarta. Kondisi saat syuting lumayan susah karena kondisi cuaca di ramang-ramang yang drastis perubahannya,” ungkap Bisma yang berperan sebagai Yusuf.
Selain itu, film ini juga didukung sejumlah aktor dan aktris lokal berbakat Makassar seperti Nurlela M. Ipa, Muhary Wahyu Nurba, Sese Lawing, Cipta Perdana, Fhail Firmansyah.(nug)

Exit mobile version