SIDRAP, BKM — Helikopter yang membawa membawa rombongan Menteri BUMN, Rini M Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir menuju lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap gagal mendarat lantaran angin kencang dan kabut tebal, Senin (15/1).
Pilot helikopter memilih kembali ke Makassar. Sebelumnya, helikopter jenis Superpuma yang membawa rombongan Dir. JBTBN PLN, Djoko Rahardjo Abumanan berhasil mendarat di Pengunungan Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, sekitar pukul 09.45 wita.
Hanya berselang 30 menit, helikopter AW139-Weststar yang membawa rombongan Menteri BUMN, Rini M Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir juga tiba di lokasi, namun tidak bisa mendarat karena jarak pandang kurang akibat kabut tebal, sekitar pukul 10.20 wita.
Helikopter Agusta Westland AW 139, No Reg PK-WAD dengan Pilot Kapten Tubagus sudah beberapa kali mencoba untuk mendarat namun selalu gagal mendarat.
“Kami lihat helinya berputar hingga empat kali dan mencoba mendarat, namun tidak bisa karena jarak pandang kurang hanya sekitar 3 hingga 4 meter, terhalang kabut tebal,” kata Press Officer PT UPC Sidrap Bayu Energi, Yermia Riezky.
Setelah mencoba beberapa kali, helikopter akhirnya pulang ke Makassar dengan membawa rombongan yakni Menteri BUMN dan Dirut PLN serta, Sesmen Imam Aprianto Putro, Dirut BNI Achmad Baiquni, Deputy BUMN Edwin Hidayat A, Dirren Syofvi Felianty, Direg Sulawesi Syamsul Huda, Sekper Bambang Dwiyanto, GM Wilayah Sulselbar Bob Sharil, dan GM UIP Sulbagsel Hening Kyat Pamungkas.
Sementara, Dir JBTBN PLN, Djoko Rahardjo Abumanan yang tiba duluan mengaku, meminta maaf atas ketidakhadiran Menteri BUMN dan Dirut PLN, cuaca tidak bersahabat.
Djoko Rahardjo Abumanan melanjutkan bahwa progres pembangunan PLTB energi terbaharukan ini luar biasa. “Ini nantinya akan jadi aset nasional untuk yang bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” katanya.
Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka mengaku, Sidrap memang memiliki potensi angin yang bagus dan bisa ditempat membangun PLTB seperti saat ini.
Hal ini, katanya membuktikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa PLN terus membangun energi terbaharukan di daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Selain di Sidrap, PLN juga saat ini mengembangkan PLTB di daerah Jeneponto dan Tana Laut, Kalimantan Selatan. Semua pembangkit listrik yang dibangun ini akan mampu mengaliri 3.000 rumah di Indonesia,” ucapnya.
Sementara, progres pembangunan PLTB yang dikembangkan PT UPC Sidrap Bayu Energi saat ini sudah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung akhir Januari 2018.
Direktur Utama PT UPC Sidrap Bayu Energi, Erwin Jahja mengatakan, pihaknya sudah membangun 27 dari 30 turbin, serta sudah menyelesaikan gardu induk, dan siap melakukan interkoneksi dengan jaringan PLN Sidrap-Maros.
Akan ada 30 generator dengan kapasita masing-masing 2,5 MW. Setiap turbin memiliki ketinggian 80 meter, dan panjang baling-baling sekitar 57 – 60 meter yang dipasok dari perusahaan asal Spanyol.
Saat ini selain penyelesaian 30 turbin, juga PT UPC Bayu Eenergi selaku pengembang proyek, telah masuk proses menyelesaikan pekerjaan gardu induk, plus jalur transmisi guna menyalurkan listrik ke jaringan milik PLN.
Seperti diketahui, PLTB Sidrap ini menjadikan Indonesia sebagai satu dari sedikit negara di Asia yang mempunyai pembangkit bertenaga angin, seperti Jepang, China, dan Korea. PLTB Sidrap direncanakan akan diresmikan pada 25 Februari 2018. (ady/b)