MAKASSAR, BKM — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Makassar New Port (MNP), Senin (15/1). Rini secara langsung menyeberang ke lokasi reklamasi yang jaraknya beberapa ratus meter dari tempat masuk ke area proyek.
Usai melakukan peninjauan, Menteri Rini menyatakan apresiasi terhadap perkembangan proyek yang cukup menggembirakan. Sedianya, untuk tahap I ditargetkan bisa rampung November tahun ini. Namun karena progress di lapangan cukup maju, target dimajukan Oktober 2018 ini.
“Setelah melihat perkembangan proyek di lapangan, kami optimis tahap I bisa rampung Oktober mendatang,” ujarnya.
Rini berharap, di bulan itu container yard (CY) atau kawasan petikemas seluas 20 hektare dan dermaga sepanjang 320 meter, termasuk infrastruktur jalannya sudah bisa digunakan.
“Oktober diharapkan sebagian MNP sudah operasional. Area petikemas yang ada di pelabuhan sudah bisa dipindahkan ke sini (MNP). Sehingga di pelabuhan lama, tinggal melayani bongkar muat barang curah,” ungkap Rini.
Pembangunan MNP bertujuan mendukung gagasan tol laut Presiden Jokowi yang membutuhkan pelabuhan yang handal dan efisien. MNP dinilai sangat penting dalam rangka memperkuat sistem logistik nasional, dan meningkatkan konektivitas antarpulau di Indonesia.
Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung mengemukakan, pembangunan MNP tahap I ditargetkan rampung pada akhir 2018. Operasional pelayanan petikemas memungkinkan dilakukan pada awal 2019 mendatang.
”Per 14 Januari 2018, total progress konstruksi fisik dari proyek tersebut telah mencapai 58,26 persen. Terdiri dari, progress di tahap IA mencapai 57,99 persen. Tahap IB 62,34 persen, dan tahap IC 39,30 persen,” jelad Doso Agung.
Kepala Satuan Pengelola Proyek MNP Arwin menambahkan, pembangunan MNP terbagi dalam beberapa tahapan utama. Untuk tahap I terdiri dari tiga paket pengerjaan, yakni A, B dan C.
“Secara rinci, pengerjaan paket A meliputi pembangunan akses jalan, dermaga dan lapangan penumpukan petikemas yang akan memiliki kapasitas terpasang mencapai 1,5 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs),” urainya.
Sementara itu, kegiatan untuk paket B mencakup reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare. Causeway kurang lebih 1.276 meter. Lapangan petikemas sekitar lebih 16 hektare, dan pengerukan kolam pelabuhan 16,0 mean low water springs (mLWS). Sedangkan kegiatan untuk paket C berupa pembangunan breakwater sepanjang 1.310 meter.
Arwin menyebutkan, kebutuhan investasi setiap paket untuk tahap I ini yakni, paket A menyerap anggaran sebesar Rp326 miliar. Paket B sebesar Rp1,06 triliun. Dan untuk paket C mencapai Rp228 miliar. (rhm/rus)
Sebagian MNP Sudah Beroperasi Oktober
