GOWA, BKM — Manai (20) dan Sugiani (19) akhirnya dinikahkan, Senin (15/1). Kedua warga ini sebenarnya memang punya hubungan asmara. Hanya saja keduanya lantas jadi bahan gunjingan setelah mereka ditemukan berduaan di kebun rambutan. Kedua insan yang dimabuk cinta ini ditangkap basah adik Sugiani dan akhirnya dinikahkan secara adat.
Pernikahan Manai dan Sugiani berlangsung secara adat di rumah mempelai wanita di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Pernikahan dadakan ini disaksikan orangtua Sugiani yakni Daeng Ngemba (56) dan pihak keluarga perempuan serta pihak keluarga Manai serta dihadiri Bhabinkamtibmas Parangloe, Aiptu Samsu Alam.
“Orangtua mempelai wanita ini merasa keberatan atas perbuatan yang dilakukan Manai terhadap anaknya Sugiani yang saat itu ditemukan berduaan di kebun oleh adik Sugiani. Menurut orangtua perempuan, perbuatan Manai dan anaknya adalah ‘Siri’ (melanggar kehormatan keluarga, red). Makanya keduanya langsung dinikahkan secara adat,” kata AKP Mangatas Tambunan, Kasubag Humas Polres Gowa, Selasa (16/1/2018) pagi.
Dilakukannya pernikahan dadakan ini merupakan hasil mediasi Bhabinkamtibmas kepada orangtua Manai dan Sugiani. Awal tepergoknya Manai dan Sugiani di kebun, kedua orangtua belah pihak saling keberatan. Bahkan mulai memicu konflik keluarga pada saat Sabtu (6/1/2018) lalu.
“Karena kondisi kedua pihak yang saling memanas itulah akhirnya kami lakukan pendekatan ke masing-masing pihak. Awalnya mediasi ini sangat alot sebab kedua orangtua masing-masing sama-sama keberatan. Karena itu kami berkoordinasi dengan Kepala Desa Belapunranga, Jafar Talli dan Kapolsek Parangloe, AKP Abd Majid dan setelah dimediasi bapak kapolres dan pak desa barulah kedua pihak keluarga mengerti dan akhirnya menyepakati untuk menikahkan Manai dan Sugiani tersebut,” jelas Mangatas Tambunan.
Upaya penyelesaian secara kekeluargaan yangvdilakukan pihak Polsek Parangloe dan Pemerintah Desa Belapunranga diapresiasi seorang warga Belapunranga yang ditokohkan yakni Mansyur Dg Bori.
” Upaya yang dilakukan pihak Kepolisian dan pemerintah desa dalam menyelesaikan problem yang dihadapi masyarakat dan berakhir damai ini, patutlah dicontoh masyarakat agar ke depan tidak ada lagi kebiasaan menyelesaikan konflik secara panas tapi sebaiknya dengan kepala dingin dan bijak melihat kondisi,” kata Mansyur Dg Bori. (saribulan)
Sepasang Kekasih Ini Dinikahkan Usai Tepergok Berduaan di Kebun Rambutan
