BARRU, BKM — Pembangunan jembatan Sikapa di Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru hingga saat ini belum selesai. Wargapun menyoroti lambannya pembangunan jembatan tersebut.
Warga menilai, lambannya pembangunan jembatan itu mengganggu aktivitas warga yang hendak melintas di jalur provinsi ini. Meski memiliki jembatan alternatif, namun kondisinya yang sangat sempit sehingga menyebabkan kendaraan harus antre.
Bahkan pemilik kendaraan roda empat lebih memilih jalur lain, seperti ke daerah Soreang di Tanete Rilau dan Desa Tompo serta Desa Palakka di Kecamatan Barru.
Salah seorang ASN yang bernama Andi Muhammad Tamar yang ditemui, Senin (15/1) di kantornya mengatakan, dirinya setiap hari pergi pulang dari Tanete Riaja -Barru harus rela antre melintas di jalan itu.
“Sekarang saya lihat tidak ada lagi aktivitas di proyek tersebut. Apakah karena alasan terjadi banjir atau bagaimana. Semestinya pekerjaan jembatan itu dibagi dua jalur sehingga tidak menghalangi akses jalan. Memang ada jembatan alternatif, tetapi juga sempit. Makanya banyak pemilik mobil lebih memilih jalur lain lewat Desa Palakka dari pada aksesnya tidak lancar, ” kata Andi Tamar.
Dari pantauan di beberapa jalur alternatif seperti di wilayah Soreang, warga juga menghindari jalur ini karena ada beberapa titik banjir di lokasi alternatif tersebut. Begitu pula di Desa Palakka, selain lokasinya jauh, ada juga beberapa jalan yang sudah rusak, karena sekarang kendaraan jalur provinsi melalui jalan kabupaten ini.
Sebelumnya Koordinator Bina Marga Wilayah Barru, Herman, berkelit jika jalur jalan Barru -Soppeng merupakan wilayah kewenangan Balai Besar Jalan di Makassar. Meski begitu pihaknya sudah melaporkan kondisi ini Balai Besar Jalan. “Begitu pula jalan longsor di jalan provinsi di Wilayah Tanete Riaja, juga sudah kami laporkan, ” ujar Herman. ( udi/c)
Tak Kunjung Selesai Warga Sorot Proyek Jembatan Sikapa
