TAKALAR, BKM — Di tengah guyuran hujan, Bupati Takalar, H Syamsari Kitta meluangkan waktunya menyaksikan peresmian Balla Lompoa di Kecamatan Sanrobone. Peresmian ditandai dengan pemukulan gendang, penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita di depan pintu utama Rumah Adat Balla Lompoa.
Prosesi tersebut dilakukan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nono Adya Supriyatno. Bupati Takalar, Syamsari Kitta dalam dalam sambutannya menaruh harapan agar peresmian rumah adat ini, eksistensi lembaga adat terus dipelihara dan ditumbuh kembangkan di tengah-tengah dinamika perkembangan sosial masyarakat.
”Kita berharap agar lembaga adat ini semakin berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan adat yang kuat dan mandiri, peka dan tanggap terhadap permasalahan sosial masyarakatnya,” kata Syamsari Kitta, Rabu (17/1).
Bupati dalam kesempatan tersebut, juga berharap agar rumah adat ini betul-betul dipelihara dan dijaga sebagai sebuah simbol kekayaan budaya. Karena kekayaan budaya jauh lebih berharga daripada kekayaan materi dan lainnya.
Hadir dalam peresmian Balla Lompoa Sanrobone, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Takalar, HM Jabir Bonto, perwakilan anggota Forkopimda Takalar, para ketua dan lembaga adat se Kabupaten Takalar, dan camat Sanrobone bersama jajaran,
Selain itu tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Kabupaten Takalar, turut hadir dalam peresmian. Sombaya Rigowa, tamu kerajaan adat dari luar Indonesia termasuk pangeran Edwar dari Lampung, kerajaan adat dari kuala lumpur, dan tamu kerajaan dari Singapura, juga turut hadir dalam peresmian rumah adat tersebut. (ira/mir/c)