Site icon Berita Kota Makassar

Resmikan UPT, SYL Dikalungi Sarung Sutera

JENEPONTO, BKM — Kantor UPT Pendapatan Samsat Wilayah Jeneponto diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Rabu kemarin (17/1). Gubernur yang didampingi Wakapolda Sulsel dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mendapat pengalungan sarung sutera dari Tulolonna na Taurungkana Jeneponto.
Gubernur SYL disambut langsung Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, Wabup, Mulyadi Mustamu, Ketua DPRD, Muh Kasmin, para Forkopimda, serta Kepala UPT Pendapatan Samsat Wilayah Jeneponto, Muh Sofyan, para Kadis, camat, serta desa dan lurah se Kabupaten Jeneponto. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita.
Kepala Bapenda Sulsel, TautotoTana Ranggina, mengatakan, terbangunnya kantor UPT Pendapatan Samsat Wilayah Jeneponto ini, anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Sulsel dengan nilai Rp2,94 atas tanah hibah dari Pemkab Jeneponto.
Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, menyampaikan, secara umum kondisi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
”Sekaitan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Jeneponto, tahapannya telah dimulai sesuai jadual. Tercatat 4 pasangan calon mendaftar di KPUD Jeneponto yang merupakan satu rumpun keluarga besar yang tak terpisahkan. Oleh karena itu, kami menolak zona merah. Karena orang Jeneponto sudah cerdas berdemokrasi dan sudah gammara’mi pikirannya memilih dan memilah calon pemimpinnya dalam 5 tahun ke depan. Ini semua terlaksana atas arahan dan anjuran bapak gubernur kepada kami,” jelas Iksan.
Memasuki musim tanam 2018, kata Iksan, luas hamparan 22.000 hektare akan menghasilkan 150.000 ton gabah kering giling. Sedangkan konsumsi lokal hanya 130.000 ton. Tentu ada surplus 20.000 ton.
Ia pun berharap agar Waduk Kelara Kareloe dapat terwujud. Iksan juga menambahkan, Jeneponto akan menjadi sumber cahaya di Sulsel. Sekarang ini sedang giat-giatnya dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Yang sudah selesai pembangunannya PLTU PLN 1 dan II dan PLTU Bosowa I dan II yang berkapasitas masing-masing 2 kali 125 MW di Punagayya Bangkala. Juga akan dibangun PLTU PLN dI Taroang.
”Ke depan, jangan berani ganggu orang Jeneponto. Karena kapan marah, listrik diputus. Maka gelaplah Sulsel,” canda Iksan Iskandar.
Sedangkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, kalau dirinya datang ke Jeneponto, sepertinya dicas kembali. Karena orang Jeneponto punya spirit dan tekad yang kuat dalam segala aspek.
Jeneponto, kata gubernur, bukan lagi daerah tertinggal. Tapi daerah surplus atau maju. ”Kami kuatir akan melampaui daerah lain yang ada di Sulsel. Karena anginnya menghasilkan PLTB, lautnya menghasilkan garam, dan banyak potensi alam yang menjanjikan kesejahteraan bagi rakyat Jeneponto,” jelas SYL. (krk/mir/c)

Exit mobile version