WAJO, BKM — Polres Wajo menggelar workshop jurnalistik di Aula Mapolres, Kamis (18/1).
Kapolres Wajo, AKBP Asef Marsel melalui Wakapolres Wajo Kompol Muh Marsuki mengatakan
awak media harus lebih cermat dan berperan penting dalam mengurangi berita “hoax” atau berita bohong di tengah eksistensi media sosial yang memungkinkan siapa saja memproduksi berita yang dimauinya dengan mengabaikan etika jurnalistik.
Menurut Marsuki kegiatan ini sudah tepat dilaksanakan mengingat tahun ini tahun politik. Terjadinya berita hoax yaitu berita yang tidak di konfirmasi. Untuk itu sangat diharapkan nilai nilai sinegritas.
“Solusinya, langsung hapus jika dapat berita hoax agar tidak meluas ke publik,”pungkasnya.
Kegiatan ini menampilkan Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Jusriadi, dengan Tema pemahaman kode etik jurnalistik dalam memerangi berita HOAX media sosial dan online di kalangan TNI Polri dan Birokrat.
Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Jusriadi mengaku maraknya berita bohong yang memicu masyarakat atau antara kelompok. Dalam satu contoh, terdapat berita Hoax di Gorontalo bahwa ada Kades yang menawarkan istrinya untuk dihamili dan diberi hadiah 10 juta. Setelah dikonfirmasi ternyata bohong.
“Ini dalah satu conoh merusak harkat dan martabat,”katanya sambil mengajak untuk memerangi berita Hoax.
Sementara Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh menegaskan memang harus kita perangi berita Hoax. Wartawan wajib menunjukkan prilaku yang mendidik.
Pemerintah, media, dan masyarakat harus mampu bersinergi untuk memerangi pemberitaan hoax tersebut. Banyaknya informasi hoax yang tersebar dari media yang bukan dari media resmi dan tercatat di dewan pers, setidaknya jangan dipercaya masyarakat. (*)