MAMUJU, BKM — Demo guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pasangkayu, di Kecamatan Pedongga, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat. membuat ratusan siswa-siswi di sekolah tersebut telantar.
Aksi demo para guru ini disebabkan ketidakpuasan terhadap pengangkatan kepala sekolah MAN Pasangkayu yang dinilai cacat prosedur. Para guru ini pun melakukan aksi protes di halaman sekolah dengan menggunakan pengeras suara saat Kepala Kemenag Matra berkunjung ke sekolah tersebut.
Aksi para guru ini pun seolah mendapat dukungan dari para pelajar. Sebab, ratusan pelajar ini nekat memanjat jendela dan berteriak memberikan dukungan kepada guru mereka yang tengah melakukan aksi demo.
Sempat terjadi ketegangan saat para guru ini melakukan aksi protes. Tiba-tiba mereka diminta berhenti berorasi oleh salah seorang anggota polisi yang berpakaian preman. Adu mulut pun tak terhindarkan. Beruntung keduanya bisa menahan diri sehingga tak terlibat adu jotos.
Baharuddin, Korlap aksi mengatakan, pengangkatan kepala sekolah MAN ini cacat prosedur. Karena melenceng dari PMA Nomor 58 tahun 2017 tentang Pengangkatan Kepala Madrasah.
”Pengangkatan kepala sekolah Madrsah Aliyah Negeri ini cacat prosedur. Sebab di BAB 3 pasal 6 ayat 1 poin L bahwa yang diutamakan memiliki sertifikat. Sementara yang dilantik saat ini tidak mempunyai sertifikat dan tidak lulus saat ujian calon,” terang Baharuddin.
Sementara Mustafa, Kepala Kemenag Matra, membenarkan kalau kepala sekolah yang diangkat tersebut tak mempunyai sertifikat kepala madrasah. Namun yang bersangkutan pernah mengikuti assesmen kepala madrasah sebagai pengganti sertifikat.
”Pengangkatan kepala Madrasah Aliyah Negeri Pasangkayu ini sudah melalui Baperjakat,” tegas Mutafa.
Mustafa juga menganggap, aksi demo yang dilakukan para guru ini hanyalah masalah biasa dalam membangun. Dan tak memengaruhi proses belajar di tempat tersebut. (ala/mir/c)
Guru MAN Pasangkayu Demo, Ratusan Siswa Telantar
