MAKASSAR, BKM — Sesosok tubuh mungil nan lucu terbaring di ruang khusus perawatan bayi Rumah Sakit Bhayangkara, kemarin. Kulitnya putih. Tubuhnya dibalut selimut. Sesekali ia menggerakkan tangan dan kakinya.
Di ruangan lain yang terpisah, seorang perempuan muda tampak tertidur. Kulitnya juga putih. Rambutnya dibiarkan menjuntai. Kondisinya terlihat masih lemas.
Kedua orang ini adalah anak dan ibu. Siapa ayah sang bayi, belum diketahui. Ibunya baru saja melakukan persalinan normal, namun di tempat yang tak biasa.
Ya, ibu muda berinisial AL ini melahirkan bayi perempuannya di toilet sekolahnya. Ia merupakan siswi kelas III sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) di Makassar. Beralamat di Bu’rung-bu’rung, Pattallassang, Kabupaten Gowa.
Peristiwa itu berlangsung, Kamis siang (18/1). Bayi tak berdosa tersebut ditemukan oleh siswa SMK bernama Alwi (17).
Ketika tengah asik menelepon, ia mendengar suara kresek-kresek tak jauh dari tempatnya berdiri. Karena curiga, Alwi kemudian mencari sumber suara. Ternyata dari dalam toilet.
Alwi melihat plastik berwarna putih. Dengan rasa penasaran, dia mencoba mencari tahu tentang isinya dan menariknya keluar.
Dipanggillah seorang teman sekolahnya bernama Asri. Keduanya lalu membuka tas plastik tersebut. Ternyata isinya bayi yang masih hidup.
Keduanya lalu berinsiatif mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.
Tak lama berselang, aparat Polsek Tamalate yang mengetahui kejadian tersebut tiba di lokasi kejadian. Sejumlah saksi dimintai keterangannya. Selanjutnya dilakukan penyelidikan. Hasilnya, diperoleh informasi jika ibu dari bayi tersebut adalah AL, siswi kelas III di sekolah tersebut.
Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Kombes Pol Anwar Efendi, mengaku telah menerima informasi tersebut dari Polsek Tamalate. Kata dia, temuan bayi dalam kantongan plastik di kamar WC sekolah itu kini dalam penanganan pihak kepolisian dan masih diselidiki.
”Dari penyelidikan, personel Polsek Tamalate berhasil mengidentifikasi ibu bayi tersebut. Dia seorang siswi di sekolah itu,” kata Kapolrestabes, Jumat (19/1).
Usai melahirkan dalam toilet, lanjut Kombes Anwar Efendi, ibu bayi tersebut ditolong oleh seorang gurunya bernama Fauzan. ”Guru bernama Fauzan ini langsung membawanya ke RS Bhayangkara. Bayinya berjenis kelamin perempuan,” jelasnya.
Informasi yang diperoleh dari pihak sekolah, lanjut Kapolrestabes, AL mengaku pernah menjadi korban pemeriksaan. Meski begitu, polisi masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kejadian ini.
”Rencananya kita akan mengambil keterangan ibu bayi. Namun belum bisa dilakukan, karena dia masih dalam perawatan medis,” terangnya.
Tak Ada Tanda Hamil
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo, mengaku sudah mengetahui peristiwa tersebut. Tidak lama setelah itu, lelaki yang akrab disapa None ini langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat kondisi sang ibu dan bayinya.
“Saya sudah dari sana. Yang pertama harus dilakukan adalah fokus pada keselamatan dan kesehatan ibu maupun bayi yang dilahirkan, ” kata None kepada BKM, Jumat (19/1).
Dia melanjutkan, karena siswi bersangkutan saat ini sudah duduk di kelas III, Disdik memberi toleransi agar tetap bisa ikut ujian nasional (UN) yang tidak lama lagi akan dilaksanakan. Namun, siswi tersebut tetap mendapat sanksi berupa ikut kelas bimbingan dan konseling (BK).
Berdasarkan laporan yang diterima None, selama menjalani aktifitas belajar mengajar, yang bersangkutan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
“Laporan yang masuk ke saya, perutnya tidak kelihatan besar. Anaknya kecil,” ungkap None.
Karena adanya kejadian ini, dia meminta seluruh sekolah untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) manajemen masing-masing.
Untuk penanganan kasusnya, None menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwajib untuk menanganinya. Termasuk mencari tahu siapa yang telah menghamili siswa tersebut. “Itu sudah faktor eksternal. Kita serahkan ke kepolisian,” pungkasnya. (ish-rhm/rus)
