SIDRAP, BKM — Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PP dan KB) Sidrap mencatat sekitar 503 pasien TBC di 11 Kecamatan kini sedang berobat jalan. Pasien tersebut terdiri dari 14 anak-anak dan 489 orang dewasa.
Kepala Dinkes PP dan KB Sidrap, dr H A Irwansyah M.Kes, Kamis (18/1) mengatakan, pasien TBC tidak perlu cemas karena penyakitnya dapat disembuhkan.
Kepatuhan menjalani pengobatan secara teratur selama enam bulan dan rutin meminum obat justru menjadi kunci keberhasilan penyembuhan pasien TB.
Hanya saja, jika hal tersebut tidak dilakukan, maka penyakit TBC ini bisa menjadi Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB-MDR) yang kebal obat.
Ia berharap, keluarga pasien juga diminta peran aktifnya untuk memperhatikan pengobatan pasien. Dan ini harus tiap hari dilakukan selama enam bulan, tidak boleh putus.
Menurutnya, penyakit TBC merupakan penyakit menular, disebabkan oleh masuknya kuman Mycobacterium Tb ke dalam tubuh dan menyerang paru-paru manusia. Ada beberapa faktor risiko dari penyakit ini, yaitu kebiasaan merokok, pencemaran udara atau polusi dan juga tertular oleh suspek TB lainnya.
Gejala penyakit ini antara lain batuk berdahak yang berkepanjangan hingga mengeluarkan darah, berat badan menurun drastis, demam, serta sakit pada bagian dada.
Penanggung Jawab Program TBC Dinkes Sidrap, Supriyadi mengatakan, jumlah pasien TBC yang ditangani 503 terdiri tersebar di 12 Puskesmas, 2 RSUD, dan Lapas.
Pasien TBC yang paling banyak berada di Puskesmas Pangkajene yakni 84 orang, menyusul Rappang 61 orang. Kemudian 59 di Lawawoi.
Di Puskesmas Tanru Tedong 52, Puskesmas Dongi 43 pasien, 37 di Baranti, 33 di Empagae, 26 Manisa, 23 Bilokka, 18 Barukku, 12 Kulo, 10 Lancirang, dan 3 di Puskesmas Belawae. (ady/C)