LUTIM, BKM — Polemik persoalan tanah tenggelam antara masyarakat di tiga desa yakni Desa Loeha, Tokalimbo dan Bantilang Kecamatan Towuti dengan PT Vale Indonesia akhirnya menemui titik temu.
Persoalan tanah tenggelam ini sudah menjadi polemik sejak lama antara warga di tiga desa dengan PT Vale Indonesia.
Pasalnya, ratusan hektar tanah warga tenggelam akibat aktivitas bendungan PT Vale Indonesia. Atas dasar itulah warga ditiga desa akhirnya menuntut kompensasi atas tanah tenggelam tersebut.
Wabup Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mempertemukan kedua belah pihak dan memimpin langsung negosiasi. Hasil pertemuan memutuskan dilakukan survei ke lokasi dampak dengan mengacu pada peta lokasi PT Vale Indonesia tahun 2008. Dengan menggunakan speed boat, Wabup Irwan bersama tim teknis yang telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak melakukan survey lapangan untuk menentukan titik-titik koordinat lokasi tanah tenggelam warga disepanjang pesisir danau Towuti.
“Jika melihat hasil survei lapangan diperkirakan ada sekitar 346 hektar tanah warga yang terkena dampak di tiga desa tersebut. Setelah survei ini akan ditindaklanjuti dengan pengukuran oleh tim teknis dan hasil dari pengukuran ini nantinya akan kembali dibahas bersama untuk menentukan seperti apa nantinya keputusan yang akan disepakati bersama,” ungkap Irwan.
Senior Manager Stakeholder Relation Eksternal Departemen PT Vale Indonesia, Yusri Yunus menyampaikan apresiasinya kepada Wabup Irwan atas mediasinya terhadap persoalan tanah tenggelam ini. Menurut Yusri, sudah ada titik terang dan arah yang jelas dari persoalan tanah tenggelam ini. (alp/C)