Site icon Berita Kota Makassar

Murid SD yang Dilaporkan Hilang Ternyata Disekap

MAKASSAR,BKM — Dilaporkan hilang sejak Selasa pekan lalu, bocah perempuan berinisial KY (13) akhirnya ditemukan. Ternyata, murid Sekolah Dasar (SD) ini menjadi korban penyekapan.
Pelakunya seorang pria bernama Basri (29). Ia berprofesi sebagai security di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Warga Jalan Bontobila III nomor 14 itu diketahui sebagai orang menyekap KY. Hal itu dipastikan dari hasil penyelidikan tim Resmob Polda Sulsel, yang mengambil keterangan orang tua korban bahwa anaknya berada di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Tanpa menunggu waktu lama, Jumat (19/1) sekitar pukul 16.00 Wita, tim Resmob bersama orang tua KY bergerak ke lokasi yang disebutkan. Di tempat tersebut, mereka berhasil menemukan KY. Tak lama kemudian, Basri pun diamankan. Ia selanjutnya digelandang ke markas Resmob Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan.
Kepada polisi yang memeriksanya, Basri mengaku bertemu korban sendirian tengah berada di depan pintu pelabuhan. Ia kemudian menghampirinya dan bermaksud mengajak korban menginap di rumah kosnya.
Terpedaya rayuan Basri, korban pun menurut ajakan pelaku. Setiba di rumah kos, muncul akal bejat pelaku. Ia meminta KY untuk melayani nafsunya. Namun korban menolak.
Berbagai cara ditempuh Basri untuk menaklukkan KY. Salah satunya dengan berjanji membelikannya pakaian sebagai oleh-oleh. Termasuk membelikan tiket kapal.
Usaha itu tetap saja gagal. Hingga akhirnya Basri kalap dan memaksa korban. Dalam keadaan ketakutan, kehormatan KY pun terenggut. Belasan kali perbuatan itu diulang oleh Basri selama empat hari menyekap korban.
Kepala Unit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Sabhara, membenarkan jika Basir menyekap dan memerkosa korban yang masih di bawah umur. ”Tersangka mengaku menyekapnya selama empat hari. Korban digauli belasan kali,” terang AKP Edy Sabhara, Minggu (21/1).
Sebelumnya, KY dikabarkan sudah empat hari tak kunjung pulang ke rumahnya sejak hari Selasa (16/1). Hal itu diketahui ketika orang tuanya yang bermukim di Kecamatan Tamalanrea melapor ke Mihraya selaku kepala sekolah. Kejadian ini juga dilaporkan oleh orang tunya ke Mapolsek Tamalanrea. (ish/rus)

Exit mobile version