LUWU, BKM — Jelang putusan gugatan pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Buhari Kahar Mudzakkar- Wahyu Napeng oleh Panwaslu Luwu, ratusan personil aparat keamanan mulai disiagakan, Selasa pagi (23/1/2018).
Sebanyak satu unit mobil water canon dan 210 orang aparat kepolisian dari Polres Luwu siaga disekitar Kantor Sekretariat Panwaslu Luwu yang berada di Jalan Merdeka Selatan, Kelurahan Senga, Belopa.
Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso memimpin langsung pengamanan sidang sengketa Pilkada Luwu yang berlangsung di kantor KPU Luwu, Selasa (23/1/2018).
“Anggota disiagakan selama proses sidang berlangsung. Itu untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi,” kata Dwi Santoso
Selain 210 personil dari Polres Luwu, pihak Polres Luwu juga dibantu oleh dua pleton Brimob Baebunta dan TNI jajaran Kodim 1403 Sawerigading.
Sementara itu, dalam sidang yang dipimpin Ketua Panwas Luwu Sam Abdi di dampingi dua komisioner panwas Luwu lainnya yakni Abdul Latif dan Kaharuddin terlibat adu argumen dengan LO dari DPP PAN pusat Fikri Yasin soal Rekomendasi Sah DPP PAN untuk mengusung siapa yang sah, apakah paslon Pata huddin-Emmy Tallesang ataukah Paslon Buhari Kahar-Wahyu Napeng.
“Saudara saksi, sesui mekanisme DPP PAN Pusat, siapakah yang sebenarnya di akui soal rekomendasi untuk paslon, apakah Pata -Emmy atau BKM-WN yang sah mendaftar di KPU Luwu,” kata ketua majelis Hakim Panwas Sam Abdi.
Terkait pertanyaan majelis Hakim Panwas Luwu Sam Abdi, saksi LO DPP PAN pusat Fikri Yasin dengan lantang menyebut. “Rekomendasi DPP PAN yang sah di berikan kepada Pasangan BKM-WN. Sebab pihak DPP PAN pusat telah mengeluarkan pembatalan kepada Paslon Pata-Emmy pada 9 Januari 2018 sebelum pukul 23.00 Wita,” jelas Fikri.
Sementara, LO DPP Hanura, Ivan Ferdian, juga mengatakan hal yang sama bahwa DPP Partai Hanura benar dan sah mengusung Buhari Kahar-Wahyu Napeng.
“Memang ada rekomendasi kepada Basmin -Syukur, namun yang sah rekomendasinya BKM-Wahyu Napeng,” kata, Ivan Ferdian. (irwanmusa)