MAKASSAR, BKM–Keluarga mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ilhan Arief Sirajuddin (IAS) terbelah jelang kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan dihelat 27 Juni nanti. Jelang bebasnya IAS dari hukuman yang telah dijalaninya tentu akan ada pergerakan dalam kancah politik praktis. Seperti diketahui jelang Pilgub, kakak kandung IAS yakni Syamsul Bachri Sirajuddin alias Deng Ancu masuk dalam tim pemenangan pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL), sementaran istri IAS yakni Aliyah Mustika Ilham selaku anggota DPR RI dari Partai Demokrat diberi tugas untuk memenangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). Adapun sang keponakan yakni Andi Racmatika Dewi yang juga ketua DPD Partai Nasdem Makassar harus memenangkan pasangan Nurdin Halid- Abd Aziz Qahhar Mudzakkar di Pilgub. Apalagi Cicu-panggilan akrab Andi Rachmatika Dewi bakal calon wakil wali kota yang diusung koalisi Golkar, Nasdem dan 8 partai lainnya.
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif membenarkan bila Cicu juga punya tugas untuk memenangkan NH-Aziz di Pilgub Sulsel. “Iya sudah pasti Ibu Cicu siap menangkakan usungan partai Nasdem,”jelas Syahar-panggilan akrab Syaharuddin Alrif, Senin (22/1).
Terpisah, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah mengemukakan bila putusan Partai Demokrat telah final harus memenangkan calonnya. Untuk Pilgub SBY selaku ketua umum dan sekjen telah memerintahkan untuk memenangkan pasangan IYL-Cakka di Pilgub Sulsel. “Jadi siapapun pengurus, kader apalagi anggota dewan tentu harus taat asas mengamankan keputusan partai,”ujar Ulla panggilan akrab Ni’matullah yang sehari-hari menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto menilai jika jejaring politik IAS memang penuh pesona. Masih tetap punya magnitude secara elektoral. Meskipun, tanpa kendali langsung dari IAS maka masing-masing anggota jejaring lebih bebas berimprovisasi. “Tentu saja mereka punya cara merawat soliditas jaringan,”ujar Luhur, Senin (22/1).
Soal keberadaan Dg Ancu di tim Agus-TBL, “Saya kira melanjutkan kerja-kerja pemenangan sebelumnya, termasuk kita, Agus masih di gadang-gadang berpaket dengan Aliyah Mustika. Sejak awal pilihan Dg Ancu dan tim Batuh Putih untuk mengendorse Agus tampil di Pilgub, termasuk menerima kehadiran TBL yang menggantikan posisi Aliyah Mustika Ilham sebagai Cawakil,”jelasnya.
Sementara kehadiran Aliyah di ‘tim’ IYL-Cakka lebih merupakan konsekuensi dari pilihan sikap Demokrat, yang memilih bertahan di pasangan perseorangan ini. “Pilihan Ibu Aliyah Mustika Ilham lebih merupakan bentuk loyalitasnya pada putusan organisasi partai,”tegas Luhur. (rif)
