MAKASSAR, BKM — Kementerian Hukum dan HAM resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 17.526 CPNS. Khusus di Sulsel sebanyak 641 CPNS yang diterima hasil seleksi 2017 lalu. Rinciannya 551 orang kualifikasi SLTA dan 90 orang kualifikasi Dokter dan Sarjana.
Meski demikian, tambahan pegawai ini belum mencukupi. Sebab masih ada beberapa UPT yang ada di bawah Kanwil Kemenkumham tak mendapat jatah CPNS.
Kanwil Kemenhumkam Sulsel, Sahabuddin Kilkoda mengatakan, penerimaan 2017 lalu tak mengakomodir kebutuhan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Selayar, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) dan beberapa Badan Permasyarakatan (Bapas).
“Kita masih butuh ratusan terutama untuk sipir yang kualifikasi SLTA. Dan tahun ini Pak MenpanRB sudah memastikan kita akan dapat lagi jatah, cuma sampai sekarang jumlah pastinya belum tahu,” katanya, usai pembukaan Orientasi dan Pembekalan CPNS Kanwil Kemenhumkam Sulsel di Ruang Kantor Gubernur, Senin (22/1).
Terkait pengangkatan CPNS hasil seleksi 2017, Sahabuddin menjelaskan semua dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Karena itu dirinya berharap mereka bisa bekerja dengan baik dan bersih pula.
Termasuk menjadi pegawai pembaharuan seperti harapan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Salah satunya menjaga agar lapas dan rutin bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
“Tentu kami akan laksanakan instruksi Pak Menteri, yang namanya narkoba harus ditumpas. Kalau ada oknum pegawai atau sipir yang terlibat maka pemecatan jadi sangsinya,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap Kanwil Kemenkumham Sulsel serta aparat yang ada di dalamnya menjadi yang terbaik di Indonesia, termasuk mereka 641 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkum HAM yang baru diberikan SK pengangkatan.
“Saya ingin tidak ada lapas tidak ada petugasnya. Dan kami bertekad menjadi Kantor Wilayah Kemenkum HAM terbaik di Indonesia,” kata Syahrul YL saat diminta saran dan harapannya. (rhm)
Sulsel Masih Butuh Ratusan Sipir Penjara
