MAKASSAR, BKM– Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku kecewa dan kaget setelah mengetahui kondisi terowongan underpass simpang lima jorok karena sampah berserakan.
Olehnya itu, Syahrul akan memanggil seluruh stakeholder terkait untuk mempertanyakan kenapa kondisi underpass simpang lima tidak diperhatikan.
“Secepatnya saya akan memanggil stakholder terkait untuk menata underpass,”pungkas Syahrul, kepada BKM, Senin (22/1).
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar mengaku cukup sulit melakukan pemeliharaan underpass simpang lima. Pasalnya, sejak dioperasikannya pada 2017 lalu, jembatan tersebut belum diserahkan ke pemerintah kota untuk dikelola dan dipelihara.
Camat Biringkanayya, Andi Syahrum Makkuradde mengatakan, sejak dioperasikannya underpass simpang lima di 2017, pemerintah kecamatan telah menurunkan tiga petugas kebersihan yang setiap hari turun menyapu dan membersihkan sampah di ruas jalan. Hanya saja, para petugas kebersihan menyapu dan membersihkan sampah sebatas di atas terowongan.
“Kalau di terowongan memang tidak ada petugas yang membersihkan. Petugas kebersihan hanya bertugas membersihkan di atas terowongan saja, dan itupun sebenarnya bukan kewenangan kami. Karena underpass simpang lima pengelolaannya masih di BBPJN dan sampai sekarang belum diserahkan ke pemerintah kota,” sebut Andi Syahrum, kemarin.
Jika underpass simpang lima ingin terpelihara dengan baik tambah Andi Syahrum, sebaiknya pengelolaannya diserahkan ke pemerintah kota. Termasuk segera dipersiapkan anggaran pemeliharaannya.
“Jika underpass pengelolaannya diserahkan ke pemerintah kota, pasti petugas kebersihan kami sudah bisa diturunkan membersihkan terowongan. Selama ini pengelolaannya dari balai, jadi kami tidak bisa turun membersihkan. Itu saja intinya kalau pengelolaannya sudah di pemerintah kota pasti kita lebih fokus pemeliharaannya,” tutupnya.(arf-rhm)
