Site icon Berita Kota Makassar

Keluarga Amin Syam Menyatu di Pilgub

MAKASSAR, BKM–Jika keluarga Ilham Arief Sirajuddin (IAS) serta keluarga Syahrul Yasin Limpo (SYL) tak akan solid di Kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 27 Juni mendatang, maka tidak berlaku bagi keluarga besar mantan Gubernur HM Amin Syam.
Ketika mantan ketua Golkar Sulsel ini pernah mendukung bakal calon gubernur Nurdin Abdullah, maka saat ini Amin Syam yang juga pernah menjabat Ketua DPRD Sulsel berada dibarisan pemenangan pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).
Adapun sang istri Apiati Kamaluddin juga telah meninggalkan Partai Gerindra. Mantan sekretaris DPD Gerindra Sulsel diera kepemimpinan La Tinro La Tunrung dan terakhir masuk dalam jajaran Dewan Pembina Partai Gerindra Sulsel kini diberi tanggungjawab untuk menggalang kaum perempuan pemenangkan NH-Aziz di Pilgub nanti.
Sementara itu, putra Amin Syam yakni Imran Tenri Tatta tak diragukan kerja-kerja politiknya dalam kapasitasnya sebagai ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel.
Imran Tenri Tata yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Makassar kini mendapat jabatan strategis sebagai ketua komisi A DPRD Sulsel. Tak hanya itu, Imran juga mendapat tugas khusus untuk memenangkan NH-Aziz di 24 kabupaten kota.
Menyatunya keluarga besar Amin Syam dibarisan pemenangan NH-Aziz mendapat tanggapan dari pengamat politik Dr Jayadi Nas. Menurut Jayadi, memang keluarga IAS dan SYL berasal dari keluarga yang dibesarkan oleh partai politik. Namun perlu diketahui bahwa terkadang apa yang kelihatan tidak nyatu, tapi yang tidak terlihat itu yang patut diwaspadai. “Intinya, ikatan primordial itu jauh lebih tinggi tingkat kesetiannya dari ikatan partai politik,”jelas Jayadi, Rabu (24/1).
Olehnya itu, Jayadi yang juga mantan Ketua KPU Sulsel ini yakni bila keluarga IAS dan SYL akan solid. “Walau SYL di Golkar, saya yakin akan memilih IYL-cakka, begitu juga dengan IAS akan bersatu memenangkan calon yang memiliki peluang,”Jelasnya.
Khusus keluarga Amin Syam, Jayadi kembali mengulang bila ikatan primordial lebih setia dari ikatan di partai politik. (rif)

Exit mobile version