MALANG, BKM — Sebanyak 2.000 ekor sapi indukan akan diimpor PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dari Australia. AALI sendiri adalah perusahaan kelapa sawit. Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan bisnis sapi yang dimiliki perseroan di Kalimantan.
Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Santosa di sela media gathering Astra Agro di Malang, Rabu (24/1), mengatakan, sebanyak 2.000 ekor indukan digunakan untuk pembibitan. Biaya impor sapi tersebut masuk ke dalam belanja modal perseroan pada tahun ini untuk bisnis sapi total sebesar Rp150 miliar.
Tahun lalu, kata Santosa, pihaknya sudah mengimpor 8.000 ekor sapi. Sedangkan kapasitas pengelolaannya bisa mencapai 10.000 ekor sapi. Terkait pasar, Santosa menerangkan, penjualan sapi masih di daerah Kalimantan.
Adapun untuk harga, dijual bervariasi. Saat ini harga sapi hidup mencapai Rp48.000 per kilogram. Sedangkan berat sapi yang dikelola perseroan bisa mencapai 400 kilogram. Dengan berat sapi tersebut, maka harga jual sapi bisa mencapai Rp19,2 juta per ekor sapi.
Santosa mengatakan, masuknya perseroan ke bisnis sapi, karena sapi juga masih berkaitan bisnis kelapa sawit. Dimana, kotoran yang dihasilkan sapi bisa digunakan sebagai pupuk untuk menyuburkan lahan kelapa sawit. Sementara, ampas atau sisa industri kelapa sawit yang biasa disebut Palm Kernel Expeller (PKE) bisa digunakan untuk pakan sapi. (int)
AALI Akan Impor 2.000 Ekor Sapi Indukan
