Site icon Berita Kota Makassar

Mahasiswa Demo Kebijakan Bupati Takalar

TAKALAR, BKM — Beberapa waktu lalu, Bupati Takalar, Syamsari Kitta memberhentikan sedikiitnya 8.000 orang tenaga sukarela. Mereka ini bekerja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemkab Takalar.
Langkah pemberhentian ini dianggap kontroversial. Sejumlah kalangan masyarakat Takalar menolak langkah ini. Menyikapi pemberhentian tenaga sukarela tersebut, puluhan mahasiwa yang mengatasnamakan kelompoknya dari Aliansi Pemerhati Masyarakat Indonesia (APMI), menggelar aksi unjukrasa menuntut Bupati Takalar, Syamsari Kitta untuk menghentikan pemberhentian tenaga sukarela.
”Kebijakan bupati dalam memberhentikan ribuan tenaga sukarela sangat tidak manusiawi. Kami meminta agar rencana pemberhentian tenaga sukarela dihentikan,”kata Ashabul Kahfi, jenderal lapangan aksi, kemarin.
Demo yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam di depan kantor bupati Takalar, diwarnai aksi pembakaran ban bekas. Akibat aksi ini sempat menyulut amarah pihak pengamanan. Beruntung aksi dorong mendorong berhasil direda setelah pihak pengamanan lainnya meredam suasana.
Asman Putra Saputra, salah seorang jenderal lapangan aksi, juga menuding pemerintahan yang tengah berjalan telah melakukan praktik penyalahgunaan wewenang jabatan.
”Tenaga sukarela yang telah mengabdi sekian tahun tiba-tiba diberhentikan. Sementara pejabat yang tersangka masih tetap dipelihara bupati Takalar,” ungkap Asman Putra Surya. (ira/mir/c)

Exit mobile version