GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berjanji akan memuluskan jalan menuju Madrasyah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) sepanjang 1,5 kilometer (Km). Jalan ini akan mulai dikerjakan ditahun 2018 ini.
Hal itu ditegaskan Adnan saat memberikan sambutannya sebelum menggunting pita tanda peresmian kantor MAN IC yang berlokasi di perbukitan Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Jumat siang (26/1).
Peresmian MAN IC terbesar dan terbaik di Indonesia ini juga dibantu Pemkab Gowa sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan masjid dalam kompleks MAN IC sebagai tahap pertama. Dan untuk tahap kedua dianggarakan dalam anggaran perubahan 2018 untuk pengadaan kelengkapan masjid, seperti karpet dan sound system.
”Kami sangat berbangga karena MAN IC ini didirikan di Gowa. Karena itu, kami tentunya sangat mendukung dan berkomitmen memuluskan jalan ke MAN IC ini dengan aspal sepanjang 1,5 km mulai dari luar. Pada penganggaran perubahan nanti baru kita anggarkan untuk pengadaan sound system dan karpet masjid. Sayangnya, kepala Kemenag Gowa terlambat menyampaikannya kepada saya,” ungkap bupati disambut baik Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin dan Kabid Penma Kemenag Sulsel, Yusfiani, Kepala Kemenag Gowa, Anwar Abubakar, Camat Parangloe, Muh Guntur, dan kepala desa serta tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kabid Penma Kemenag Sulsel, Yusfiani, menjelaskan, MAN IC Gowa ini merupakan MAN IC ke 20 yang dibangun di Indonesia. MAN IC akan berbasis asrama yang merupakan magnet school.
Dijelaskan Yusfiani, untuk tahun 2017 yang tersalur hanya anggaran untuk pembangunan kantor dan kantin. Sedangkan ditahun 2018 untuk pembangunan RKB sebesar Rp27,5 miliar. Untuk pembangunan asrama belum bisa dianggarkan tahun ini.
”Nanti tahun 2019 kita dapatkan tambahan anggaran Rp23 miliar untuk dana SBSN. Untuk membangun satu buah MAN IC membutuhkan dana paling sedikit Rp 60 miliar. Karena itu harus dilakukan bertahap. Kalau pembangunan ini mulai terhitung 2017 maka ini pembangunan paling tercepat di Indonesia. Ditarget tahun 2020 MAN IC Gowa ini selesai keseluruhan,” jelas Yusfiani.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin, salut melihat pemandangan hijau dan asri di lokasi pembangunan MAN IC Gowa ini. Bahkan Phil Kamaruddin berharap bisa jadi wisata pendidikan.
Dirjen pun mencontohkan agar MAN IC Gowa ini kelak menyaingi MAN IC Serpong. Dimana MAN IC Serpong ini menorehkan nilai tertinggi hasil ujian untuk seluruh MAN IC di Indonesia dan menjadi tertinggi ketiga untuk sekolah negeri dan swasta di Indonesia.
”Mari kita bersinergi untuk menuntaskan kampus MAN IC ini. Kami berterimakasih atas perhatian Pemkab Gowa yang membantu dengan memfasilitasi infrastruktur jalan masuk ke MAN IC ini,” kata Phil Kamaruddin.
Dikatakan Dirjen, MAN IC tidak hanya mengajarkan ilmu kepada anak. Tapi lebih menguatkan pada mendidik, membina dan membentuk karakter anak. ”Jadi tidak sekadar memindahkan ilmu. Dan guru-gurunya pun memang harus siap mendidik anak-anak di MAN IC nanti. Untuk perekrutan guru-gurunya kita lakukan seleksi nasional sehingga yang akan mengajar disini adalah guru-guru berkualitas,” tandasnya.
Pemandangan lazim tampak ketika Dirjen Phil Kamaruddin akan menandatangani prasasti peresmian gedung. Dimana, Phil harus berjongkok. Karena meja tempat prasasti sangat pendek. Meski mejanya pendek, Phil Kamaruddin tetap enjoy menorehkan tintas emas dari spidol besar yang dipegangnya. Sementara Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mendampinginya dari arah belakang. (sar/mir)
Dirjen Pendidikan Islam Tandatangani Prasasti Sambil Jongkok
