GOWA, BKM — Kasihan melihat nasib Hasbullah (7). Bocah lakilaki ini tidak pernah lagi tersenyum. Tatapannya selalu kosong tak bergairah. Hal itu dirasakan Hasbullah selama empat tahun atau ketika usianya masih tiga tahun. Dia harus menanggung beban besar di perutnya.
Bocah asal Desa Bontolangkasa Utara, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa ini menderita tumor di bagian perutnya. Hasbullah sudah menderita tumor sejak masih berusia Batita (bayi usia tiga tahun)
”Sampai hari ini, dia (Hasbullah) tumor dibagian perutnya masih ada. Bahkan terus membesar. Anak saya mengidap tumor ini sejak usia tiga tahun,” kata Rapi Dg Timu (46), ayah Hasbullah saat ditemui di kediamannya, Minggu siang (28/1).
Dikatakan Rapi, kondisi perut Hasbullah setiap hari makin membuncit seperti orang hamil. ”Saat pertama kali menderita sakit ini, Hasbullah sempat mengalami demam tinggi kemudian demamnya hilang. Namun perutnya mulai membuncit. Tambah besar badannya, tambah besar juga perutnya. Kami sudah membawanya ke rumah sakit tapi tidak ada perubahan,” kata Rapi.
Rapi pun membeberkan kondisi Hasbullah dari awal. ”Kami sempat bawa Hasbullah ke RSUD Syekh Yusuf. Namun karena tidak ada ruang kosong, maka Hasbullah kami bawa ke RSU Labuang Baji Makassar. Dan di sana, anak saya ini dirawat selama 10 hari. Tapi tetap tidak ada perubahan. Kemudian Rapi kembali membawa anaknya ke RS Wahidin Sudirohusodo selama hampir setengah bulan. Namun lagi-lagi tidak ada perubahan,” kata Rapi.
Terakhir, kata Rapi, anaknya dibawa ke RSU Wahidin Sudirohusodo. Kata dokter, anaknya mengidap tumor. Terus dokter bilang harus dioperasi. Tapi belum bisa karena tulangnya masih sangat muda.
”Makanya, kita bawa pulangmi. Sekali pun dia harus meninggal, maka dia meninggal di rumahnya ji. Kami hanya bisa berdoa semoga anak kami bisa cepat sembuh,” kata Rapi dengan mata berkaca-kaca.
Rapi beserta Istrinya Khadijah Dg Ngasih (48) pun berharap agar pemerintah bisa membantu kesulitannya. Karena untuk membiayai derita anaknya, biayanya cukup besar. ”Kami ingin anak kami bisa kembali tersenyum. Sebab selama mengidap tumor, Hasbullah selalu murung,” kata Rapi lagi mengelus perut putra bungsunya itu.
Mendengar adanya bocah menderita tumor ganas dan berharap bantuan pemerintah kabupaten, Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin yang dikonfirmasi, sore mengaku akan segera mengecek keadaan Hasbullah. ”Saya akan segera mengecek keadaan anak tersebut,” kata dr Hasanuddin. (sar/mir)
Hasbullah Tak Pernah Lagi Tersenyum
