Site icon Berita Kota Makassar

Tribun Karebosi Jadi Pusat Salat Gerhana

MAKASSAR, BKM — Gerhana bulan total diperkirakan akan terjadi pada Rabu (31/1) malam. Fenomena alam ini bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat Makassar.
Wali Kota Mohammad Ramadhan Pomanto mengajak warganya untuk mengisi malam itu dengan kegiatan yang positif. Salah satunya melaksanakan salat gerhana.
Rencananya, salat gerhana akan dipusatkan di tribun Lapangan Karebosi, Jalan Ahmad Yani. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya hujan di malam itu.
”Kita akan laksanakan salat gerhana di tribun Lapangan Karebosi. Kepada seluruh masyarakat Makassar yang ingin bergabung, silakan datang. Gerhana bulan juga akan kita saksikan bersama-sama,” ujar Wali Kota, Senin (29/1).
Selain gerhana bulan, di saat bersamaan juga akan ada supermoon dan blue moon. Tiga fenomena alam yang terjadi bersamaan ini terakhir kali bisa diamati pada 31 Maret 1866, atau 152 tahun yang lalu.
Gerhana bulan esok malam, terjadi saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon. Fenomena supermoon terjadi ketika saat purnama bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi. Sehingga ukuran bulan ini menjadi 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada biasanya. Sementara itu, blue moon adalah bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender.
Proses gerhana bulan ini terbagi beberapa tahap. Yaitu tahap gerhana parsial, gerhana total, dan gerhana parsial. Proses gerhana berlangsung sekitar empat jam.
Mengantisipasi angin kencang dan air pasang yang diprediksi bakal terjadi saat ketiga fenomena alam itu terjadi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar telah mempersiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ruang Terbuka Hijau (RTH). Mereka bersiaga di posko pohon tumbang. Sewaktu-waktu segera turun ke lapangan jika ada peristiwa yang terjadi.
“Tim setiap hari siaga di posko. Tapi khusus di supermoon ini kami tingkatkan tim bersiaga,” ujar Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.
Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Siswanto, mengatakan dalam tiga hari ke depan cuaca di Makassar cukup stabil. Namun diperkirakan akan tetap turun hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. Pada siang hari, hujan diperkirakan masih akan turun dengan intensitas sedang. Sedangkan pada malam hari hanya akan berawan.
Siswanto juga menambahkan, hujan diperkirakan masih akan terus turun sampai Maret mendatang, namun tetap normal. “Puncak hujan sudah lewat, namun masih akan tetap turun. Biasanya hujan seperti ini tidak begitu lebat. Bencana pun diprediksi belum ada sampai saat ini,” jelas Siswanto.
Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Terus menjaga kesehatan, karena cuaca kadang tiba-tiba berubah.
Kepala Bidang Observasi BMKG Ikhsan, mengimbau warga yang bermukim di pesisir pantai untuk mewaspadai banjir rob. Banjir ini diakibatkan oleh fenomena supermoon yang diprediksi terjadi 29 Januari-2 Februari, di mana puncaknya 31 Januari. Supermoon sendiri terjadi saat bulan purnama yang membuat kenaikan air pasang.
”Fenomena alam yang terjadi pada bulan purnama adalah kenaikan pasang air laut, dan itu dapat menyebabkan banjir rob. Karena itu kami mengimbau masyarakat yang berada di pesisir untuk waspada potensi banjir rob yang diakibatkan pasang maksimum,” ujar Iksan, kemarin.
Saat ditanya potensi banjir rob di Makassar, Ikhsan menjelaskan bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh pasang air laut maksimum. Sehingga kemungkinan terjadinya banjir rob sangat tergantung pada karakteristik wilayah.
“Itu tergantung dari karekteristik daerah pesisirnya. Mengingat Makassar juga daerah pesisir,” jelasnya.
Mengenai ketinggian banjir rob, Ikhsan mengaku pihaknya tidak memiliki referensi terkait hal itu. Sebab pasang maksimun di tiap pesisir berbeda. “Namun untuk di Makassar itu pasang maksimum 1,4 meter,” lanjutnya
Mengenai kemungkinan terjadinya banjir di Makassar akibat supermoon disertai intensitas hujan tinggi, menurutnya bisa saja terjadi. (arf-nug-rhm/rus)

Exit mobile version