Site icon Berita Kota Makassar

Usia tak Menyurutkan Mengabdi Untuk Warga

MENJABAT Ketua Rukun Tetangga (RT) adalah jabatan yang kadang tidak diperhitungkan. Banyak warga yang memilih menolak karena jabatan tersebut mengganggu aktivitasnya. Berbeda dengan Rahmawati Bahar, ia tetap semangat untuk bertahan menjadi Ketua RT.

Laporan: JUNI SEWANG

Bahkan wanita berumur 63 tahun itu telah menjabat ketua RT selama empat periode. Menurutnya, jabatan ketua RT bukan yang utama, yang terpenting adalah bagaimana kita mengabdi bagi lingkungan dan membantu warga sekitar. “Tak terasa sudah empat periode saya menjabat ketua RT. Jabatan ketua RT adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik,” kata Rahmawati Bahar, Ketua RT 03, RW 07, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala saat disambangi penulis, kemarin.
Menurut Rahmawati yang telah dikaruniai tiga orang anak dan memiliki sembilan orang cucu itu, pertama kali menjabat ketua RT tidak digaji, tetapi lambat-laun dia menerima gaji walau tidak seberapa. Tapi apa yang diterimanya diikhlaskan untuk membeli alat tulis kantor (ATK) untuk melengkapi administrasi warga yang datang mengurus. “Kadang gaji yang diperoleh hanya dibelikan kertas, foto copy, lem dan lainnya. Itu saya ikhlaskan demi kelancaran administrasi warga,” kata wanita kelahiran 9 Agustus 1954 ini.
Malahan sejak menjabat ketua RT, wanita yang telah ditinggal mati suaminya tiga tahun lalu itu, menegaskan, sudah beberapa lurah berganti namun dia masih tetap menjadi Ketua RT.
Di usia yang sudah setengah abad lebih itu, Rahmawati mengaku tidak mampu lagi untuk berkerja keras seperti dahulu. Pernah beberapa kali dia ingin mengundurkan diri sebagai Ketua RT, tetapi warga tidak memperbolehkannya.
Ia juga pernah meminta posisinya sebagai Ketua RT digantikan oleh warga lain, tetapi warga di RT tersebut tetap tidak mau. Menjadi Ketua RT selama empat periode terkadang membuatnya merasa jenuh dan lelah karena tanggung jawab yang diembannya.
Meskipun gaji yang diperolehnya tidak sesuai dengan tanggung jawabnya, dia tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab itu. Apalagi kadang ada warga yang tidak terima usulan dan arahannya itu sudah manjadi makanannya selama menjabat ketua RT.
Rahmawati tidak mempunyai harapan yang terlalu tinggi atas pengabdiannya menjadi Ketua RT. Di masa tuanya, dia hanya berharap anak-anak dan cucunya menjalani hidup dengan penuh kejujuran, karena kejujuran adalah awal dari kepercayaan warga.
“Alhamdulillah. Awalnya saya menjadi ketua RT 03 RW 07 ini ditunjuk langsung oleh almarhum ketua RW dulu, beliau langsung meminta untuk saya menjadi ketua RT 03, alasan beliau menjadikan saya sebagai ketua RT karena katanya saya aktif di setiap kegiatan warga,” ungkap Rahmawati di kediamannya di Jalan Borong Raya Baru 2, No 5 Kelurahan Batua. (jun)

Exit mobile version