GOWA, BKM — Maraknya aksi kejahatan di tengah masyarakat yang sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan warg masyarakat membuat jajaran Polres Gowa merasa perlu melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan.
Jenis kejahatan yang lagi marak terjadi antara lain aksi begal, jambret, perampok, curanmor, dan lainnya, cenderung menimbulkan kekuatiran tinggi bagi masyarakat. “Karena itu kami harus mensosialisasikan pola kewaspadaan untuk dilakukan masyarakat di lingkungannya maupun di mana dia berada,” kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga saat melakukan tatap muka dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh politik Kecamatan Bontonompo Selatan, Selasa (30/1) siang.
Tatap muka sekaligus silaturahmi ini berlangsung di kediaman Ketua FKPM Bontonompo Selatan, di Kelurahan Bontoramba, Bahtiar Dg Nyau.
Dihadapan para tokoh itu, kapolres menginformasikan jika dari berbagai aksi kejahatan itu para pelakunya merupakan sindikat bahkan terorganisir seperti kelompok B13 pimpinan Kiran yang telah tewas ditembak petugas saat penangkapan.
“masyarakat harus waspadai perilaku penjahat jalanan yang biasanya menggunakan obat daftar G (obat keras) sebelum dan sesudah melakukan kejahatan. Juga mereka punya budaya membawa sajam dan busur dan sampai saat ini benda itu tetap menjadi senjata andalan mereka saat beraksi dan memang masih terjadi,” jelas kapolres.
Karena itu Kapolres Shinto berharap para tokoh untuk dapat membantu sosialisasikan ke tengah masyarakat. “Kita juga berharap para tokoh mensosialisasikan ke masyarakat bahwa Polres Gowa tidak akan mentolerir semua jenis tindakan para pelaku kejahatan,” jelasnya.
Hal khusus yang ditegaskan kapolres adalah
meminta agar para tokoh tetap menjaga kondusifitas lingkungan bersama Polri selama masa jelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun ini. ” Sejukkan suasana dengan pesan-pesan positif bahwa perbedaan pilihan bukan pemecah kesatuan dan persaudaraan,” tandas kapolres. (saribulan)