MAKASSAR, BKM — Hingga Desember tahun buku 2017, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Pedati Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel berhasil mencatatkan modal usaha sebesar Rp15,853 miliar. Karenanya, Kepala Bapenda Sulsel H Tautoto Tanaranggina memuji dan mengapresiasi kinerja koperasi ini.
Hal tersebut diungkapkan Tautoto ketika membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-24 Koperasi Pedati Sejahtera tahun buku 2017, yang berlangsung di Aula Bapenda Sulsel, Selasa (30/1/2018). RAT dihadiri antara lain Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan H Abd Malik Faisal. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Evi Aprialty. Sekretaris Bapenda Sulsel, para kepala bidang, kepala UPT Bapenda Sulsel, pengawas, pengurus, serta seluruh anggota KPRI Pedati Sejahtera.
Dalam sambutannya, Kepala Bapenda Sulsel selaku Pembina Koperasi Pedati Sejahtera mengapresiasi pengurus dan pengawas koperasi yang bisa menyelenggarakan RAT tepat waktu.
“Pada kesempatan ini, saya atas nama pribadi dan Pembina KPRI Pedati Sejahtera menyampaikan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada pengurus, pengawas, dan seluruh anggota KPRI atas terselenggaranya RAT hari ini,” kata Tautoto pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pedati Sejahtera Bapenda Sulsel, di Aula Bapenda Sulsel, Selasa (30/1).
RAT Koperasi Pedati Sejahtera yang dilaksanakan ini, lanjut Tautoto, mengonfirmasikan bahwa pengurus dan pengawas sudah menunjukkan kinerja yang bagus. Karena sudah mampu menjabarkan amanat yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan tentang perkoperasian. Di mana koperasi wajib melaksanakan RAT minimal satu kali setahun, dan menjadikannya sebagai kekuasaan tertinggi dalam tata kehidupan demokrasi koperasi.
Tautoto juga mengapresiasi kinerja koperasi yang dalam melayani anggotanya masih tetap mengandalkan modal sendiri, tanpa meminjam dari pihak luar.
“Selain kerja keras dari pengurus dan pengawas, keberhasilan tersebut juga berkat partisipasi anggota koperasi yang selalu tepat waktu dalam memenuhi kewajibannya,” kata Tautoto.
Untuk meningkatkan daya saing koperasi, pengurus, pengawas, dan pengelola, Tautoto minta agar koperasi senantiasa meningkatkan kompetensi diri. Hal ini sebagai modal dasar mengelola koperasi dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada anggota. ”Jangan pilih kasih terhadap anggota,” ujarnya.
Kepada pengurus dan pengawas, Tautoto mengingatkan, harus mempunyai komitmen untuk maju dan mengelola usaha baik secara efektif dan efisien, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya. Demikian pula anggota sebagai pemilik juga pelanggan, harus taat menjalankan kewajibannya kepada koperasi.
“Jangan hanya meminta hak. Harus seimbang antara hak dan kewajiban dalam melaksanakan kegiatan berkoperasi,” kata Tautoto.
Dalam hal kerja sama antara pengurus koperasi dengan gerakan koperasi dan badan usaha lainnya, Tautoto minta agar lebih ditingkatkan. Baik dalam bidang permodalan, pemasaran, maupun peningkatan kualitas SDM koperasi.
“Laporan pengurus telah menunjukkan kinerja dengan tren yang positif. Baik tingkat rentabilitas, profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, maupun SHU yang dicapai. Namun demikian, agar kemajuan koperasi tetap eksis dan tidak cepat puas diri, maka koperasi tetap terus meningkatkan pelayanan pada anggota. Karena masih banyak kebutuhan dan harapan anggota yang belum mampu dilayani secara maksimal,” tandasnya.
Ketua Koperasi Pedati Sejahtera Abdul Malik Ibrahim di depan peserta RAT, melaporkan bahwa hingga 31 Desember 2017, koperasi memiliki 527 anggota. Terdiri dari anggota organik 450 orang dan non organik 77 orang.
Sementara total simpanan sebesar Rp13.508.068.000. Terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela. Mereka dilayani melalui unit usaha simpan pinjam, pertokoan, foto copy, dan usaha layanan pembayaran online.
Dilaporkan pula bahwa dalam tahun buku 2017, sebanyak 160 orang yang keluar dari keanggotaan Koperasi Pedati Sejahtera. Kepada mereka dibayarkan pengembalian aset sebesar Rp1.009.755.000.
Sesuai misinya mensejahterakan anggota, kata Malik Ibrahim, pada tahun 2017, koperasi ini telah menyalurkan dana berupa paket simpan pinjam sebesar Rp19.047.330.000, paket barang campuran senilai Rp1.905.796.300, dan paket sembako bulan Ramadan kepada anggota dengan nilai sebesar Rp220 juta. (*/rus)
Modal Usaha KPRI Pedati Capai Rp15,853 Miliar
