Site icon Berita Kota Makassar

Penggunaan Pelumas Tepat Tunjang Performa Kendaraan

MAKASSAR, BKM — Pemakaian pelumas yang tepat pada mobil menjadi faktor penting. Tidak hanya untuk mencapai performa optimal, tapi juga untuk menjaga daya tahan mesin mobil. Bila diperhatikan, setiap pelumas mesin mempunyai beragam kode di kemasannya dan digunakan sebagai petunjuk untuk penggunaan pada mobil dengan teknologi atau mesin tertentu.
Sistem pelumasan pada mesin mobil menjadi hal penting karena menyangkut banyak hal. Salah memakai pelumas, mobil akan terasa tidak bertenaga dan dalam jangka panjang bisa merusak mesin. Bila diperhatikan, setiap pelumas mesin mempunyai beragam kode di kemasannya dan digunakan sebagai petunjuk untuk penggunaan pada mobil dengan teknologi atau mesin tertentu.
”Pemakaian pelumas yang tepat pada mobil menjadi faktor penting. Tidak hanya untuk mencapai performa yang optimal, tapi juga untuk menjaga daya tahan mesin mobil,” kata Muhammad Shobirin, Customer First Area Department Head Kalla Toyota, kemarin.
Ada dua kode internasional yang umum digunakan pada setiap produsen pelumas. Kedua kode tersebut adalah SAE (Society of Automotive Engineers) dan API (American Petrolium Institute).
SAE merupakan badan internasional yang menjelaskan kekentalan pelumas. Hal ini berpengaruh pada saat pengaliran minyak pelumas serta ketahanannya di suhu udara. Kode pada SAE juga menunjukkan kemampuan suatu pelumas dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan lingkungan baik itu dingin atau panas.
Jika angka indeks SAE kecil artinya pelumas semakin cair. Sehingga kemungkinan pelumas untuk membeku atau mengeras pada suhu rendah semakin kecil. Ini berguna ketika mesin mobil dinyalakan pada suhu dingin. Misal saat musim salju di negara-negara Eropa atau Amerika.
Pada pelumas mesin mobil biasanya diikuti huruf W singkatan dari winter (musim dingin) yang artinya penggunaan oli tersebut bisa sampai -20 derajat celcius. Misalnya SAE 5W, SAE 10W atau SAE 20W.
Namun pelumas tidak hanya harus bekerja dengan baik saat dinyalakan suhu mesin masih dingin. Tapi juga ketika mesin bekerja. Umumnya pelumas yang digunakan multigrade. Dimana, kekentalannya menyesuaikan pada rentang temperatur mesin. Ini bisa dilihat angka yang mengikuti dibelakangnya. Seperti SAE 5W-20 yang artinya suhu terendah oli tingkat kekentalannya 5, sedangkan pada suhu maksimum (panas) tingkat kekentalan pelumas 40.
Semakin rendah suhu udara di luar maka mobil membutuhkan pelumas yang lebih cair dengan kode 0W atau 5W. Namun semakin panas cuaca maka dibutuhkan pelumas dengan tingkat kekentalan lebih tinggi seperti 15W-30.
Pemakaian kekentalan pelumas yang tidak sesuai dengan suhu negara bisa menyebabkan kinerja pelumas tidak maksimal. Misal pelumas SAE 5W-40 digunakan di Indonesia sebagai negara tropis, maka pelumas akan sangat cair dan sulit melakukan lubrikasi dengan baik.
Tetapi saat ini selain suhu lingkungan, ada hal lain dalam pemilihan pelumas mobil. Yakni tahun produksi mesin. Pada mobil-mobil baru disarankan menggunakan pelumas cair. Dikarenakan pelumas cair dapat melumasi mesin sampai celah terkecil dengan lebih maksimal.
Selain kode SAE, juga terdapat kode API. Perlu diperhatikan bahwa pelumas mesin bensin atau premium dengan diesel mempunyai kode API berbeda. Pada mesin bensin umumnya dimulai dengan huruf ‘S’. Sedangkan diesel huruf ‘C’.
Setelah huruf tersebut diikuti dengan huruf kedua sesuai abjad. Misal SA, SB, SC, SD, SE dan seterusnya. Huruf kedua tersebut bisa diartikan untuk mesin mobil yang lebih modern. Adapun standarisasi API ini juga disesuaikan perkembangan jenis mesin mobil. Umumnya semakin tinggi huruf kedua akan menunjukkan spesifikasi yang lebih tinggi.
”Sebagai contoh, oli dari TMO Full Synthetic 0W-20 ECO Power API SN ILSAC GF-5 yang direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan Toyota Calya karena memiliki tingkat kekentalan yang cair sehingga membuat oli ini mampu melumasi seluruh bagian mesin dengan sempurna,” lanjut Shobirin. (mir)

Exit mobile version