MAKASSAR, BKM — Tim seleksi (timsel) untuk dua lembaga pelaksana pemilu di Sulawesi Selatan telah terpilih. Masing-masing ada lima orang timsel Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Untuk timsel KPU Sulsel, masing-masing Basti Tetteng (ketua), Nur Fadhilah Mappaselleng (sekretaris) dan tiga anggota, yakni Bahtiar Maddatuang, Titi Anggriani dan Andi Syamsuri.
Sementara timsel Bawaslu dihuni Prof Anwar Borahima (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin selaku ketua), Dr Nurjannah Abna (dosen UMI selaku sekretaris), Dr Zulkifli (dosen Fakultas Hukum Unhas), Andi Ahmad Yani (dosen Fisip Unhas) dan Laode Salama (Peneliti Indonesia Budget Center).
Hingga saat ini, timsel Bawaslu mengklaim telah melakukan berbagai sosialisasi untuk menjaring para calon anggota Bawaslu Sulsel. Hanya saja, mereka akan memulai menjalankan tugasnya pada bulan Maret atau April mendatang.
Sekretaris Timsel Bawaslu Sulsel, Dr Nurjannah Abna menegaskan, pihaknya akan melakukan seleksi secara integritas, transparan, serta terbuka. Ia beserta tim akan memilih para penyelenggara pemilu yang memiliki kemampuan mengawasi dan memberikan sanksi.
Ketua Timsel Bawaslu Prof Anwar Borahima, mengatakan ia beserta timnya saat ini telah melakukan berbagai sosialisasi. Diantaranya melalui berbagai media sosial, seperti facebook.
Prof Anwar menambahkan, dalam seleksi ini akan ada keterwakilan perempuan kurang lebih 30 persen. Untuk itu pihaknya telah melakukan kerja sama dengan para pemerhati perempuan untuk mendorong hal ini.
“Jadi kan akan ada tujuh orang yang lolos nantinya. Ada perempuan sekitar dua atau tiga orang dari tujuh orang itu,” ucap Prof Anwar.
Sedangkan untuk kinerja, timsel Bawaslu Sulsel belum mendapat arahan langsung dari Bawaslu RI. Jadi tahap seleksinya pun belum ada secara teknis.
Namun, Prof Anwar memastikan, setelah sosialisasi ini akan ada pendaftaran yang dibuka oleh timsel. Kemudian ada pemeriksaan berkas yang dilakukan kepada para pendaftar yang menjalani tes tulis berbasis komputer jika lolos pemeriksaan.
Setelah itu barulah akan dilakukan verifikasi kepada semua calon yang lolos. Barulah kemudian akan dilakukan tes psikologi.
“Untuk tes psikologi, kami sudah bekerja sama dengan mabes polri untuk membantu kami,” kata Prof Anwar.
Sedangkan timsel KPU Sulsel belum mau berkomentar banyak. Melalui sekretarisnya Nurfadilla Mappaseleng, dikatakan jika timsel KPU belum melaksanakan tahapan, disebabkan belum adanya instruksi dari KPU pusat.
“Belum kerja, karena belum ada dari KPU pusat. Tunggumi satu sampai dua hari ke depan,” ujar Ila, panggilan akrab Nurfadillah.
Saat ini KPU telah melakukan sosialisasi. Namun Ila belum mau menjelaskan lebih lanjut tentang sosialisasi yang telah dilakukan. “Nanti tunggu saja ada konferensi persnya. Janganmi dulu saya bilang sekarang, karena kita juga belum lakukan koordinasi,” jelasnya.
Ila kemudian menanggapi penilaian akan kinerja timsel KPU Sulsel yang dinilai belum terlihat dibanding timsel Bawaslu Sulsel. Baginya, siapa saja bisa menilai, karena itu hak pribadinya.
“Kita kan belum kerja. Nanti kalau sudah jalan baru nilai lagi bagaimana kami,” tambah dosen Fakultas Hukum UMI ini.
Anggota DPRD Sulsel menilai, kualitas timsel KPU dan Bawaslu semuanya bagus dan dapat bekerja dengan baik. “Saya yakin mereka yang terpilih memiliki kualitas yang baik,” ujar legislator PAN Sulsel Andi Irfan AB.
Wakil Ketua DPRD Sulsel Yusran Sofyan juga percaya dengan cara kerja para timsel nantinya. “Kita yakin dan percaya akan kerja-kerja timsel, baik untuk KPU maupun Bawaslu,” jelas legislator Partai Gerindra Sulsel ini. (nug/rus/b)
Menimbang Kualitas Timsel KPU dan Bawaslu
