TAKALAR, BKM–Sebagai daerah yang memiliki potensi garam yang cukup menjanjikan dapat mendongkrak perekonomian rakyat tentu menjadi tantangan tersendiri oleh Pemerintah Kabupaten Takalar.
Melihat potensi tersebut, Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kabupaten Takalar menggerakkan program usaha garam rakyat (pugar). Ini ditempuh sebagai bentuk dan upaya menuju Takalar menjadi swasembada garam tahun 2020.
“Menuju swasembada garam tahun 2020 mendatang. Lahan yang telah dipersiapkan untuk pengelolaan garam seluas 105, 27 hektar. Tahun 2017 lalu, produksi garam mencapai 142,31 ton dengan lahan seluas 13, 934, 54 hektar,” Kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Misbah ST, Rabu (31/1).
Sosialisasi program usaha garam rakyat bertempat di gedung PKK dihadiri 74 anggota kelompok aktif dibuka Wakil Bupati Takalar, H Achmad Se’ re. Dihadapan para anggota kelompok Pugar, Wakil Bupati mengapresiasi kegiatan tersebut.
” Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dimana kegiatan ini merupakan salah satu pintu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat petani garam,” Kata H Achmad Se’re.
Dalam rangka mencapai swasembada garam, Dinas kelautan dan perikanan selain menyediakan lahan pengolahan, juga telah menyediakan sarana dan prasarana, antara lain, 8 unit gudang garam, jalan produksi 4 paket, mesin air 4 buah, kincir angin 20 buah, pemadat tanah 60 buah, jembatan penyebrangan 3 paket, geomembran 730 rol dan irigasi tambak 1 paket.
Diketahui program usaha garam rakyat ini dilaksanakan di tujuh desa di dua kecamatan, masing masing Kecamatan Mappakasunggu dan Kecamatan Mangngarabombang.(ari Irawan)