MAKASSAR, BKM–Secara perlahan pendukung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) akan berkurang dan akan beralih ke pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-Tanri).
Hal itu setelah Partai Gerindra mengeluarkan perintah agar seluruh pengurus, kader dan simpatisan untuk bekerja dan memenangkan pasangan Agus-Tanri di Pilgub Sulsel 27 Juni mendatang.
Tak hanya itu, mulai pekan ini gerindra melalui sayap organisasi Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) akan menertibkan seluruh alat peraga partai yang masih menampilkan foto pasangan NA-ASS. Menurut wakil ketua bidang Humas Dewan Pimpinan Daerah DPD Satria Sulsel, Didis Abdy Abubaeda jika baliho tersebut yang dipasang oleh relawan Prof Andalan, maka gambar gerindra tertera yang akan ditutup, namun jika baliho tersebut milik kader maka akan ditertibkan,”ujar Didis, Rabu (31/1).
Tak hanya iut, DPD Satria juga akan mengawal pemenangan pasangan Agus-Tanri di Pilgub Sulsel.
Pertimbangannya, ketokohan, latar belakang dan pengalaman keduanya sudah sangat mumpuni. Keduanya mempunyai jam terbang sebagai pemimpin dan sama-sama tokoh di daerahnya. “Kami sebagai Sayap Partai Gerindra menilai pasangan Agus-Tanri sudah paling ideal. Penunjukan keduanya sudah melalui pertimbangan matang. Satria Sulsel sangat mendukung dan siap bekerja untuk mengawal kemenangan,”jelas Didis. Ketua OKK DPD Satria Sulsel, Ahmad Kahar Idu menambahkan bila Agus-Tanri akan memberi warna baru dalam panggung Pilgub Sulsel. Duet ini diyakini mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sulsel. “Satria sebagai sayap Partai Gerindra siap bekerja keras. Kader Satria bersama tim pemenangan lainnya siap bersatu padu mensosialisasikan dan menggalang dukungan,”jelasnya.
Saat ini DPD Satria Sulsel diketuai Yusran Sofyan yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel dipastikan menjadi garda terdepan untuk pemenangan Agus-Tanri.
Penertiban alat peraga tersebut diperkirakan akan menurunkan tingkat keterpilihan NA-ASS serta sebaliknya akan menaikkan tingkat keterpilihan Agus-Tanri.
Pengamat politik dari Unibos 45 Dr Arief Wicaksono mengemukakan bila sebenarnya elektabilitas figur tidak akan terlalu berpengaruh dengan rencana penertiban semua alat sosialisasi yang masih ada logo parpol didalamnya. “Sebab Pilkada memang menekankan perhatian pada figur bukan pada parpol. Kepentingan parpol sebenarnya biasanya adalah komitmen penambahan jumlah kursi DPRD jika figur yang diusung atau didukung memenangi kompetisi,”ujar Arief.
Sementara itu, pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto menilai jika penertiban baliho hal yang wajar. “Saya kira memang Gerindra harus begitu, apalagi Agus-Tanri sudah resmi di usung. Di beberapa potret survei belakangan ini, elektabilitas NA-ASS masih leading tetapi dengan trend yang mulai stagnan,”ujar Luhur.
Menurutnya, trend kandidat yang lebih dahulu memimpin, memang cenderung tertahan dan bahkan tergerus, jika tanpa mengimbangi pergerakan elektoral kandidat lain yang mulai bekerja massif. “Pengaruh penurunan baliho mungkin hanya terjadi di kantong-kantong pemilih TBL, atau pada segmen pemilih yang punya ikatan psikologis dengan TBL,”pungkasnya. (rif)
Perlahan Pendukung NA-ASS Beralih ke Agus-Tanri
