Site icon Berita Kota Makassar

Sempat Bercita-cita Ingin Jadi Polisi

MEMANG benar petuah dari Rasulullah SAW, bahwa salah jenis perkerjaan yang baik itu adalah berdagang. Petuah ini yang dijalankan oleh Daeng Sewang. Walaupun dagangan buah-buahannya masih kecil-kecilan tetap harus disyukuri.

Laporan: ARIF AL QADRY

Menurut Daeng Sewang, tak hanya belajar memperoleh uang saja tapi juga belajar ikhlas. “Berdagang intinya adalah kita usaha untuk mendapatkan keuntungan dan kita juga mesti belajar ikhlas kalau dagangan sepi,” ujarnya sambil mengelus dahinya yang dibasahi oleh keringat siang kemarin.
Pemilihan lokasi ujar Daeng Sewang sangat menentukan kesuksesan usaha buah-buahan, seperti di tempat-tempat yang ramai dan strategis yakni di jalan yang begitu mudah diakses oleh mobil dan motor.
Kepada penulis sambil menawarkan buah rambutan, ia menceritakan kalau berjualan buah-buahan bukanlah sebuah mimpi atau cita-cita sejak kecil seperti orang pada umumnya. Pria kelahiran Ujung Pandang, 9 Oktober 1970 juga memiliki cita-cita besar, yaitu ingin menjadi Polisi.
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), cita-citanya menjadi polisi begitu kuat. Dan itu terpelihara hingga ia selesai menempuh pendidikannya sampai tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Semangat belajar untuk bisa mewujudkan cita-citanya menjadi polisi seketika lenyap. Orang tuanya yang hanya bekerja serabutan tak mampu lagi membiayai dan melanjutkan sekolahnya hingga di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Rasa sedih sempat dirasakan Daeng Sewang sewaktu itu. Selain tidak bisa merasakan masa-masa sekolah di tingkat atas, ia juga harus mengurungkan niat dan cita-citanya sejak kecil dulu.
Namun ia cepat sadar. Rasa sedih yang sempat menyelimuti dirinya tidak berlangsung lama. Berangsur ia mulai bangkit, dan berusaha menjadi baik. Apalagi jika melihat kondisi ekonomi keluarganya yang serba cukup dan hanya sebatas memenuhi hidup sehari-hari saja.
“Cukup lamaka ganggur dulu, tidak sekolah dan tidak kerja juga. Tapi saya kasihan sama orang tuaku, jadi pas lama ganggur pascaberhenti sekolah waktu itu, saya pilih untuk ikut dengan temanku jualan buah-buahan dekat rumah, di Gowa. Lumayan gajiku bisa untuk jajan dan sedikit-sedikit bantu orang tuaku untuk biaya sehari-hari saja,” kisah Daeng Sewang.
Karena tugasnya hanya melayani pembeli, sering Daeng Sewang merasa bosan dengan pekerjaan itu. Sempat pula ia mencoba bidang pekerjaan lain, dan tetap hambar sehingga kembali ikut bersama temannya berjualan buah.
Cukup lama dia bekerja bersama temannya melayani pembeli. Waktu yang lama membuat dirinya mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan mulai mengatur omzet, sampai lokasi atau tempat-tempat pengambilan buah-buahan yang ada di daerah untuk kembali dijual.
Sering muncul keinginan dalam dirinya berjualan dengan modal sendiri. Apalagi untuk pengalaman berjualan buah sudah siap, begitupun tempat-tempat saudagar buah yang ada di daerah hampir semuanya ia tahu dan sudah saling kenal. Yang menjadi hambatan ada di modal awal membeli buah-buahan dan menyewa kendaraan.
“Alhamdulillah setelah cukup lama tabung uang, saya bisa jualan buah dengan modal sendiri. Dan mempekerjakan orang-orang. 20 tahun lalu saya sudah mulai jualan buah,” ucapnya. (arf)

Exit mobile version